DPRD Cilegon Ikut Godok Instruksi Teknis ‘Protokol Anti-Keracunan’ Makan Bergizi Gratis

    Ketua DPRD Cilegon Rizki, Khairul Ichwan memberi keterangan kepada awak media. (Istimewa)

    CILEGON – Menjadikan maraknya kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah sebagai peringatan keras, DPRD Kota Cilegon tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi merilis serangkaian instruksi teknis yang detail layaknya sebuah ‘protokol anti-keracunan’ bagi seluruh penyedia makanan (SPPG) di wilayahnya.

    Langkah proaktif ini merupakan hasil dari pembahasan serius dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang bertujuan untuk membentengi Cilegon dari potensi bencana serupa.

    Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, menegaskan bahwa penekanan keras telah diberikan kepada para penyedia jasa MBG.

    Baca Juga: Di Usia 30 Tahun Perumda Tirta Benteng Tingkatkan Jangkauan Pelayanan

    “Kemarin hasil rapat Forkopimda itu kita melakukan penekanan dan mengingatkan kepada yayasan, SPPG yang memang mereka merupakan penyedia untuk melaksanakan MBG tersebut,” ujar Rizki, Rabu (1/10/2025).

    Dari Komitmen Hingga Instruksi Teknis di Dapur

    Protokol yang ditekankan tidak hanya berhenti pada komitmen, tetapi masuk hingga ke detail operasional di dapur. Poin-poin krusial yang wajib dipatuhi meliputi:

    Higienitas Total: Kebersihan harus dijaga di seluruh alur. “Dari higienis, alur pendistribusian hingga teknis pencucian hingga proses memasak logistik di dapurnya masing-masing,” ungkap Rizki.

    Distribusi Tepat Waktu: Untuk mencegah kontaminasi bakteri, makanan tidak boleh terlalu lama dalam perjalanan. 

    “Dari proses alur pendistribusian kalau bisa tepat waktunya sehingga tidak membuka ruang bakteri masuk ke dalam makanan,” tegasnya.

    SOP Pencucian Wadah: Kebersihan food tray menjadi sorotan utama. Rizki menekankan pencucian ulang harus sesuai SOP ketat untuk memastikan tidak ada sisa bakteri. 

    “Jangan sampai, takutnya meninggalkan bakteri yang tersisa bakteri dari sekolah,” paparnya.

    Instruksi Spesifik Pemilihan Bahan Baku

    Bagian paling menarik dari arahan ini adalah instruksi teknis yang sangat spesifik mengenai pemilihan bahan baku untuk menghindari bahan yang cepat rusak. Rizki memberikan contoh konkret:

    Soal Daging Ayam: Ia secara tegas menyarankan penggunaan ayam beku yang diproses di bawah suhu minus 40 derajat Celcius, ketimbang ayam potong segar yang berisiko. 

    “Kalau ayam potong dimasak langsung, takutnya timbul bakteri salmonella. Sehingga membuat perut menjadi keracunan, ada gejala mules,” papar Rizki.

    Soal Susu: Untuk menu pelengkap, ia merekomendasikan susu UHT ketimbang susu pasteurisasi, dengan mempertimbangkan sistem pencernaan anak-anak penerima manfaat yang berbeda-beda.

    Meski pelaksanaan MBG di Cilegon sejauh ini berjalan aman, Rizki menyatakan pihaknya tidak akan lengah. 

    Rencana inspeksi mendadak ke dapur-dapur SPPG akan dilakukan, dan dinas terkait seperti Dindik, Dinkes, serta Disperindag didorong untuk aktif melakukan pengawasan.

    “Sejauh ini sudah baik tetapi secara faktual di lapangan, perlu ada pembenahan-pembenahan terutama dinas terkait,” pungkasnya. (ADV)