BPBD Kota Tangerang Berdayakan Masyarakat Bantu Mitigasi Bencana  

    Wakil Walikota Tangerang, H Maryono Hasan (dua kiri), didampingi Kalak BPBD Kota Tangerang, Mahdiar (dua kanan), pada acara sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana beberapa waktu lalu.

    TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang merangkul masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya bencana.

    Langkah yang ditempuh BPBD Kota Tangerang yaitu membentuk Kelurahan Tangguh Bencana yang saat ini sudah tersebar di 45 lokasi kelurahan. Diagendakan BPBD Kota Tangerang kembali akan membentuk 20 Kelurahan Tangguh Bencana di tahun 2026 ini.

    Tujuan BPBD Kota Tangerang membentuk Kelurahan Tangguh Bencana, yaitu supaya masyarakat dapat melaksanakan skema mitigasi bencana dengan efektif, efisien dan tepat sasaran.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar menjelaskan, keterlibatan aktif masyarakat diyakini mampu menghindari dan meminimalisir terjadinya bencana. Seperti  dalam membantu bencana diyakini sangat efektif menghindari bencana atau meminimalisir jatuhnya korban.           

    “Kami bersama BPBD Provinsi Banten, melakukan edukasi kepada masyarakat yang bergabung dalam Kelurahan Tanggung Bencana, tentang cara menghindari dan menangani terjadinya bencana banjir, kebakaran dan gempa bumi,” ungkap Mahdiar.   

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar.

    Pengetahuan Pencegahan dan Penanganan Bencana

    Ia menambahkan, masyarakat mendapatkan bekal pengetahuan untuk diterapkan di lapangan tentang pencegahan bencana, monitoring kondisi infrastruktur pengendali banjir dan memantau lewat Aplikasi Sipantau milik Pemkot Tangerang. Juga diberi keterampilan dalam menentukan titik evakuasi, menyiapkan dapur umum, posko darurat terintegrasi, serta memastikan ketersediaan cadangan makanan.

    “Sebanyak 45 Kelurahan Tangguh Bencana tersebut telah mendapatkan SK dan semuanya telah kami bekali dengan peralatan pendukung. Seperti alat pemadam api ringan (APAR), jas hujan, senter, handy talky (HT), jaket, sepatu serta lemari penyimpan perlengkapan,” kata Mahdiar.

    Menurutnya, masyarakat juga telah diberi wawasan tentang apa yang dilakukan saat terjadi bencana. Seperti cara mematikan api agar tidak melebar dan cara mengevakuasi korban banjir.   

    “Alhamdulillah, selama ini masyarakat tanpa dikomando langsung terjun ke lapangan saat terjadi bencana. Dengan inisiatif dan penuh tanggung jawab, warga bergerak membantu penanganan bencana,” tutur Mahdiar.

    Ia menyarankan kepada masyarakat, agar memiliki dan menggunakan tas siaga bencana. Tas tersebut dapat diisi untuk menaruh dokumen penting. Seperti sertifikat hak milik (SHM), ijazah, administrasi kependudukan serta dokumen penting lainnya. Termasuk senter dan peluit. 

    “Jadi tas siaga bencana ini yang menjadi prioritas untuk diamankan saat terjadi bencana,” imbuh Mahdiar.

    Mahdiar juga memberikan tips untuk menghindari bencana dan jatuhnya korban. 

    Berikut Tips Menghindari Kebakaran di Rumah: 

    – Selalu gunakan kabel, sakelar, dan peralatan listrik yang sudah bersertifikat SNI agar materialnya teruji dan aman.

    – Jangan menyambungkan terlalu banyak steker atau menggunakan terminal cabang (over steker) secara berlebihan di satu titik stop kontak untuk mencegah panas berlebih.

    – Matikan dan cabut steker alat pemanas (seperti setrika, dispenser, dan pemanas air serta charger HP) atau kipas angin saat tidak digunakan.

    – Ganti segera kabel yang terkelupas, retak, atau sambungannya longgar.

    – Pastikan total penggunaan daya listrik di rumah tidak melebihi batas kapasitas Miniature Circuit Breaker (MCB).

    – Untuk perbaikan atau instalasi baru, pastikan instalatir terdaftar secara resmi agar instalasi sesuai standar.

    – Hindari kabel atau peralatan yang mudah panas dari benda yang mudah terbakar seperti kertas, kain, dan gas.

    – Periksa instalasi kompor gas, seperti regulator dan selang. Ganti secara berkala, Pastikan bersertifikat SNI.     

    Tips Meminimalisir Resiko Bencana Gempa Bumi Saat Berada di Rumah:

    – Tutupi kepala dan leher menggunakan kedua tangan. Jika ada, gunakan bantal, tas, atau benda apapun untuk melindungi kepala dari reruntuhan.

    – Merunduk di bawah perabot yang kokoh (misal meja makan) dan pegang erat-erat kaki perabot tersebut agar tetap terlindung dari benda-benda yang berjatuhan.

    – Jika getaran tidak terlalu kuat, sebaiknya tetap berada di dalam rumah untuk menghindari risiko terkena material bangunan yang runtuh saat berlari panik ke luar.

    – Tidak menaruh benda dan perkakas berat di atas rak atau lemari.

    – Usahakan tidak menempatkan lemari pakaian di dalam kamar tidur.

    – Usahakan memaku lemari ke tembok dengan menggunakan skrup dan fischer.

    – Usahakan memasang lapisan kaca film pada pintu atau jendela kaca           

    Tips Meminimalisir Terjadi Banjir di Lingkungan:

    – Memelihara drainase agar selalu bersih dan bebas dari sampah.

    – Melaporkan ke BPBD atau Dinas PUPR bila mengetahui ada aliran sungai atau kali yang terganggu.

    – Bila terjadi banjir, upayakan langsung menuju titik kumpul atau titik evakuasi.

    – Berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk menjaga rumah warga yang ditinggalkan. Tujuannya agar terhindar dari pencurian. (***)