
TANGSEL (BT) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar rapat koordinasi terkait penanganan wabah Virus Corona. Sebelumnya Pemkot Tangsel melakukan koordinasi dengan RSUD Kota Tangerang dan RSPI yang telah memiliki ruang instalasi khusus untuk menangani Virus Corona.
Dalam agenda Rapat Lintas Sektoral terkait Virus Corona, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengimbau kepada seluruh stakeholder agar dapat berpartisipasi aktif untuk memaksimalkan pencegahan Virus Corona dengan tanpa menimbulkan kekhawatiran di lingkungan masyarakat.
“Jadi, untuk sosialisasi ini tidak perlu dilakukan secara terus menerus. Saya yakin masyarakat sudah jauh lebih pintar,” ucapnya.
Sebab menurut Airin, efek dari sosialisasi secara terus menerus justru membuat masyarakat menjadi paranoid. “Maka lakukan sosialisasi sekadarnya,” kata Airin.
Ia melanjutkan, salah satu sosialisasi yang akan dilakukan adalah memaksimalkan kecanggihan teknologi. Sehingga, Dinas Komunikasi dan Informatika bisa melakukan sosialisasi melalui website, Instagram atau lainnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Tulus Muladiyono menjelaskan, Tangsel merupakan daerah dengan cepat tanggap. Bahkan sebelumnya, Pemkot Tangsel sudah aktif melakukan pencegahan dan simulasi penanganan virus-virus berbahaya.
“Sebelumnya juga kami melakukan penanganan seperti penanganan virus flu burung dan flu babi,” kata Tulus, dalam acara yang berlangsung di Hotel Sol Marina Kota Tangsel, beberapa waktu lalu.
Tulus melanjutkan, selain dengan adanya fasilitas koordinasi ini, Pemkot Tangsel juga telah mempersiapkan satu ruang khusus dengan dua tempat tidur di RSU Tangsel.
“Sifatnya untuk observasi, jadi jika ada pasien yang memiliki gejala, bisa diobservasi di ruangan tersebut,” ujarnya.
Kasie PIE Ditjen P2P Kemenkes RI dr. Chita sebelumnya menjelaskan, berbagai upaya. dilakukan pihaknya dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona. Satu di antaranya yakni melakukan koordinasi dengan pemda yang telah menyiapkan rumah sakit rujukan untuk penanganan virus tersebut.
Selain itu, sambungnya, Kemenkes juga melakukan webinar rutin yang melibatkan enam provinsi sekaligus. “Dimana enam provinsi tersebut memiliki akses langsung terhadap kedatangan turis luar negeri. Seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, Kota Batam dan Sulawesi Utara,” terangnya.
Saat ini, lanjut dia, Kemenkes juga sedang aktif melakukan edukasi tentang pencegahan penyebaran Virus Corona di Indonesia. Dengan begitu, ia berharap masyarakat akan lebih peka terhadap penyakit seperti corona. (Ris/Hmi)




















