Ketua DPD Pormiki Banten Sebut Pentingnya Komunikasi dalam Dunia Kesehatan

    Para narasumber pengisi materi coffee morning yang digelar Pormiki Banten.

    CILEGON – Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Tak terkecuali pada dunia kesehatan.

     Seperti disampaikan Ketua DPD Pormiki Banten, Romaden Marbun, Amd PK, SKM, MAP, pada acara Coffee Morning, di Greenotel Hotel Cilegon, Sabtu pekan lalu. 

    Dalam acara tersebut, Ketua DPD Pormiki Banten menyampaikan, bahwa kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. 

    Para peserta coffee morning yang diselenggarakan Pormiki Banten.

    “Komunikasi dapat efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan. Kemudian pesan itu ditindaklanjuti dengan sebuah perbuatan oleh penerima pesan dan tidak ada hambatan untuk hal tersebut,” terang pria yang akrab disapa Aden ini.


    Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia.

    Keberhasilan misi sebuah rumah sakit sangat ditentukan oleh keluwesan berkomunikasi setiap petugas, perawat dan dokter. 

    Kompetensi komunikasi menurut Aden, menentukan keberhasilan dalam membantu penyelesaian masalah kesehatan pasien.

    “Selama ini kompetensi komunikasi dapat dikatakan terabaikan. Baik dalam pendidikan maupun dalam praktek,” ungkapnya.

    Hubungan dokter – pasien, perawat – pasien, keluarga maupun tim kesehatan lainnya, menempatkan komunikasi menjadi sangat penting.

    Komunikasi merupakan proses yang sangat khusus dan paling berarti dari perilaku setiap individu. 

    “Oleh karena itu, penting mengidentifikasi beberapa kebutuhan dasar pasien yang harus ditangani diseluruh kontinum asuhan pasien,” imbuh Aden.

    Informasi mengenai preferensi komunikasi dan kebutuhan, latar belakang budaya, agama atau spiritual, prefensi dan kebutuhan mobilitas.

    Kebutuhan pasien lainnya, adalah penting bagi staf untuk membantu dalam proses penerimaan untuk merencanakan layanan dan akomodasi yang sesuai.

    “Setiap data yang dikumpulkan selama penerimaan, harus mudah diakses disemua titik asuhan pasien dan di departemen-departemen terkait lainnya di rumah saki,” tandas Aden. (red/tam)