Tangkal Chikungunya dengan Gerakan Hidup Bersih

    Baihaki (kiri), pada kegiatan fogging di RW 01, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang.

    TANGERANG – Penyebaran penyakit Chikungunya dapat ditangkal melalui gerakan hidup bersih. Sehingga tidak ada ruang bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bersarang dan berkembang biak.

    Namun dibutuhkan kebersamaan warga dalam memerangi nyamuk pembawa virus tersebut. Masyarakat harus kompak bersama-sama membersihkan rumah maupun lingkungan sekitar.

    Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tangerang Baihaki, Sabtu (22/2). Menurutnya, upaya pertama yang harus dilakukan adalah gerakan kebersihan dari masyarakat secara simultan dan berkesinambungan.

    “Mengatasi Cikungunya harus diawali dari kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Langkah preventif ini bisa dimulai dengan membersihkan lingkungan tempat tinggal,” kata Baihaki.

    Baca juga : Virus Chikungunya Mewabah di Kota Tangerang

    Ia mencontohkan, membersihkan saluran air, mengubur kaleng bekas, serta membersihkan bagian bawah dan belakang perabot rumah tangga sangat efektif memerangi nyamuk pembawa virus Chikungunya.

    “Saluran air atau barang-barang bekas yang bisa menampung air, berpotensi besar menjadi sarang dan tempat berkembang biak nyamuk. Jadi, itu cara efektif guna membunuh jentik dan menghambat populasi nyamuk,” terang Baihaki.  

    Kemudian untuk membasmi nyamuk dewasa, bisa dilakukan dengan cara penyemrotan. Namun tambah Baihaki, itu harus dilakukan secara serentak.

    Sebab apabila dilakukan penyemrotan hanya di wilayah satu RT, maka nyamuk dewasa akan terbang ke RT lain. “Jadi harus dilaksanakan di waktu waktu bersamaan. Supaya tidak ada ruang gerak bagi nyamuk,” imbuh Ketua Fraksi Demokrat Kota Tangerang ini.

    Atas inisiatifnya, pada Kamis lalu Baihaki bersama warga melaksanakan fogging di RW 01, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang. Tujuannya untuk meminimalisir wabah Cikungunya yang sedang merebak di Kecamatan Pinang.

    “Kecamatan Pinang sudah siaga satu Chikungunya. Jadi dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam memberantas penyakit itu,” tutur Baihaki.

    Supaya efektif melawan nyamuk pembawa virus Chikungunya, perlu dilakukan kerja bakti massal tiap seminggu sekali. Sebab menurutnya, siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti mampu berkembang biak dalam waktu tujuh hari.

    Diberitakan sebelumnya, Infeksi virus Chikungunya mulai mewabah di wilayah Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sedikitnya 28 warga dilaporkan terinfeksi penyakit ini.

    Chikungunya adalah infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam hingga panas tubuh mencapai 28 derajat selsius. Penderita biasanya merasa menggigil dan disertai gejala nyeri sendi secara mendadak. (tam)