TANGERANG – Peristiwa penggusuran 27 bidang rumah di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, mencuri banyak perhatian. Tak hanya para aktivis, badut-badut penghibur pun turun gunung dalam upaya pemulihan pasca penggusuran.
Kondisi psikologis korban yang kian memprihatinkan membuat para badut yang tergabung dalam komunitas Badut Tangerang Raya (Batara) ini terjun sebagai wujud kepedulian.
Aksi sejumlah badut yang menghibur korban ini pun dengan sengaja dilakukan ketika dua alat berat milik Kementerian PUPR tengah melindas sisa-sisa puing yang nampak sedang diratakan hasil pembongkaran.
“Itu kereta api kok ngga ada relnya, jalannya gimana ya? Ucap pentolan Batara, Joe Kormano membuka hiburan yang dibalut pertanyaan di lokasi penggusuran, Jumat (4/9/2020) kemarin.
Pertanyaan bernada guyonan itu pun sesaat mengobati luka bocah si korban gusuran yang sebelumnya takut kepada aparat ditambah suara bising alat berat. Nampak tawa keceriaan salah seorang bocah dengan sigap menjawab pertanyaan.
“Itu bukan kereta Om Badut, itu beko,” ujarnya polos.
Mendengar jawaban tersebut, sang badut yang dermawan pun langsung menghadiahi sang bocah berupa dua buah Tumblr.
“Karna udah ngga takut, om badut kasih dua sekaligus, hayo siapa lagi yang udah nggak takut sama kereta yang nggak pake rel? Nanti om badut kasih 5 hadiah sekaligus,” ajak Joe.
Dalam perbincangannya kepada wartawan, Joe mengaku sudah beberapa tahun belakangan ini bergerak di bidang pemulihan trauma. Dan kini, pihaknya pun merasa terpanggil untuk menghibur anak-anak yang trauma pasca penggusuran.
“Kami biasa melakukan trauma healing khususnya kepada anak anak yang terdampak langsung seperti penggusuran ini, atau bencana banjir dan beberapa kegiatan sosial lain,” tandasnya. (Hmi)


















