Banjir Surut, Namun Perumahan Periuk Damai Masih Gelap

    FOTO: Suasana sunyi dan gelap di Perumahan Periuk Damai

    TANGERANG (BT) – Setelah banjir sepekan melanda wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang berangsur surut, para warga terdampak kini mulai melakukan aktifitas bersih-bersih di rumah masing-masing.

    Meski demikian, sebagian warga belum semuanya kembali pulang ke rumah masing-masing. Sebab, kondisi rumah pasca banjir masih lembab dan bau lumpur menyengat. Sehingga sebagian penghuninya lebih memilih mengungsi.

    “Meski banjir telah surut dan warga kembali mendiami rumah, namun rata-rata warga belom berani nyalain lampu. Pada ketakutan, khawatir listriknya konslet,” ungkap Mas Prapto Dwiwahono, warga Jalan Sejahtera V, Perum Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Senin (10/2/2020).

    “Banyak warga yang memilih utnuk tetap mengungsi. Mungkin di rumah saudaranya. Termasuk anak dan istri saya juga masih mengungsi. Jadi sebagian rumah kosong dan gelap. Saya sendiri belom berani nyalain lampu,” imbuhnya.

    Ia berharap pemerintah dapat menemukan solusi untuk penanganan banjir di Periuk. Ia juga berharap Pemkot Tangerang fokus mengatasi persoalan banjir, agar penanganan menjadi lebih maksimal.

    “Mulai dari turap dan Danau Situ Bulakan agar tidak ada banjir lagi. Periuk Damai kalau sudah banjir susah surut,” jelasnya.

    Hal senada juga dikatakan Sani, warga di Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Menurut Sani, aktifitas warga saat ini hanya bersih-bersih di masing-masing rumah pasca banjir. Namun ada juga sebagian warga yang hanya memantau kondisi rumah pasca banjir.

    “Sejak Minggu sudah surut. Kita hari ini sudah mulai bersih-bersih,” kata Sani, Senin (10/2/2020). “Setelah bersih-bersih kita juga balik lagi ke tenda pengungsian,” ujarnya menambahkan.

    Sementara itu, salah seorang petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pasokan listrik di wilayah yang terdampak banjir itu sebagian besar belum menyala.

    “Listrik belum nyala karena ini harus digilir. Sebagian besar wilayah terdampak banjir belum nyala,” katanya.

    Sebelumnya Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, banjir yang melanda Kota Tangerang sejak awal Januari 2020 sebanyak 294 titik banjir. Namun untuk wilayah Perumahan Total Persada tidak terdampak.

    “Mungkin kalau seandainya belum kita turap tanggal 1 itu sudah kena, tapi upaya kita sudah maksimal Alhamdulillah sudah bisa diminimalisir. Karena banjir yang kemarin luapan begitu tinggi, oleh karena langkah ke depannya kita koordinasi. Baik dengan pemerintah pusat, maupun daerah, karena masalah banjir ini tidak bisa secara parsial,” tandasnya. (Hmi)