Begini Klarifikasi RSU Kabupaten Tangerang, Soal Pasien Covid-19 yang Dikabarkan Meninggal Lantaran Ditelantarkan

    Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa atas meninggalnya pasien korban Covid-19.

    KABUPATEN TANGERANG – Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Tangerang mengklarifikasi tentang berita di media online mengenai pasien virus Corona yang meninggal dunia akibat ditelantarkan pihak RSU.

    Melalui Kepala Bagian Humas Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Mohamad Rifki, pihak RSU memaparkan kronologis penanganan pasien berinisal WD.

    “Kami atas nama manajemen RSU Kabupaten Tangerang, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Tuan WD. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan YME,” kata Rifki dalam klarifikasi yang disampaikannya.

    Baca juga : Mahasiswa UMB Menambah Catatan Kasus Meninggal Akibat Covid-19 di Kota Tangerang

    Ia pun menjelaskan kronologis pelayanan terhadap pasien WD, dengan runutan sebagai berikut.

    1. Pasien datang pada hari Jumat (20/3), pukul 18.00 WIB, ke ruang Instalasi Gawat darurat (IGD) RSU Kabupaten Tangerang, dengan rujukan lepas dari salah satu RS swasta dengan diagnosis kerja Pneumonia e.c. suspek viral infection d.d. Covid-19.
    2. Pasien diterima dan ditangani di ruang transit khusus PDP oleh dokter jaga IGD. Kondisi pasien sadar penuh dan hemodinamik stabil.
    3. Pasien dikonsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis paru. Hasil konsultasi dari kedua dokter tersebut pasien terindikasi PDP (Pasien Dalam Pengawasan), indikasi rawat inap isolasi.
    4. Pasien sudah diedukasi untuk menunggu petugas menyiapkan ruang isolasi tempat pasien akan dirawat.
    5. Pada saat ruang rawat inap isolasi sudah siap pada pukul 22.45 WIB, petugas akan memindahkan pasien tersebut. Akan tetapi pasien sudah tidak ada di tempat.
    6. Petugas menghubungi pasien melalui telepon, dan tersambung, disarankan untuk kembali ke RSU Kabupaten Tangerang, akan tetapi pasien tidak kembali.
    7. Informasi yang diperoleh, pasien sudah dirawat di salah satu RS swasta, pada malam itu juga.

    “Demikian penjelasan dari kami, guna mengklarifikasi berita yang sudah beredar,” ujar Rifki melalui rilisnya.

    Diberitakan sebelumnya oleh sejumlah media online, bila ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia di wilayah Tangerang.

    Sebelum meninggal, pasien berjenis kelamin laki-laki itu sempat membuat status di media sosial yang ditujukan kepada Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri Kesehatan,

    Ia mengaku ditelantarkan sampai berjam-jam di ruang IGD rumah sakit Plat Merah milik Pemkab Tangerang tersebut.

    “Pak Jokowi dan Dr Terawan. Semoga bapak – bapak sehat. Mohon bantuan RS rujukan. Semalam saya di RSU Kabupaten Tangerang. Lima jam tanpa tindakan. Saya tidak kuat. Sekarang saya di Eka Jaya Hospital, BSD. Harus balik lagi ke RSUD. Maaf merepotkan,” tulis pasien, di akun media sosial miliknya sebelum mengembuskan nafas terakhir. (kom/tam)