Demokrat Minta Wamendes Budi Arie Fokus Urusi Covid-19

    Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra (kiri), bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Ist)

    JAKARTA – Demokrat mengecam keras sikap Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, yang mengunggah poster hoax yang memfitnah Partai Demokrat dan adik-adik mahasiswa di laman facebook pribadinya.

    Tuduhan keji dan tidak berdasar dari seorang Wakil Menteri pemerintahan Joko Widodo kepada Partai Demokrat, kembali membuat Partai Demokrat mempertanyakan kesungguhan Wamendes ini membantu Presiden menangani pandemi Covid-19.

    “Di saat situasi negara sedang genting dan darurat Covid-19 dengan semakin banyaknya nyawa anak bangsa bergelimpangan karena kehabisan oksigen, kehabisan obat, kehabisan kamar perawatan di rumah sakit, juga karena tidak mendapatkan penanganan layak selama isolasi mandiri, seorang Wakil Menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo malah sibuk menebar fitnah kepada kami,” ungkap Kepala Badan Komunikasi Strategis /Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, Sabtu (24/7).

    Seharusnya sebagai salah satu pejabat penting di kabinet tambah Mahendra, Budi Arie Setiadi bisa memfokuskan tenaga, pikiran serta waktunya untuk membantu memastikan penanganan Covid-19 di desa, daerah tertinggal, sehingga daerah transmigrasi bisa berjalan dengan lebih baik.

    “Lebih baik tenaga, pikiran, dan waktu Wamendes Budi Arie Setiadi, misalnya, bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah pencairan dana desa yang masih sangat rendah. Padahal, setiap daerah di pelosok Indonesia, termasuk di pedesaan, sangat membutuhkan dukungan dana dalam menangani pandemi covid-19 ini,” tutur Mahendra.

    Menurutnya, jangan kemudian banyak rakyat desa yang meninggal karena tidak diketahui menderita Covid-19 atau tak mendapatkan perawatan dan bantuan layak dari pemerintah, karena salah satu wakil menteri-nya sibuk menyebar fitnah kepada Demokrat.

    Dalam poster yang diunggahnya, Wamendes Budi Arie Setiadi berusaha memfitnah Partai Demokrat dengan tulisan DE-MO-K-RA-T. Dengan menyebutkan “Pakai Tangan Adik-adik Mahasiswa Lagi Untuk Kepentingan Syahwat Berkuasanya”, ditambah tagar BongkarBiangRusuh, dan meletakkan kata Demokrat di bawahnya.

    “Dalam poster (meme-red) tersebut sangat tegas dan jelas, Budi Arie Setiadi telah berusaha memfitnah Partai Demokrat sebagai biang rusuh dan menggunakan tangan adik-adik mahasiswa untuk kepentingan syahwat berkuasa,” tegas Mahendra.

    Demokrat pun mempertanyakan, mengapa kemudian di tengah semakin memburuknya situasi Indonesia karena pandemi Covid-19, justru fitnah dan hoax berupa tuduhan tak berdasar kepada Partai Demokrat semakin banyak dilancarkan oleh pendukung pemerintah, termasuk para pendengung, dan kali ini oleh seorang Wamendes.

    “Mengapa kegagapan pemerintah menangani pandemi kemudian mau dialihkan dengan terus-terusan memfitnah Partai Demokrat. Kalau pola pikir seperti ini, pantas saja bila nyawa rakyat tidak menjadi prioritas, karena pemerintah bisa hilang fokus dan terkesan sibuk mengalihkan persoalan dan mencari kambing hitam,” papar Mahendra.

    Partai Demokrat sendiri tambahnya, saat ini sedang fokus membantu rakyat yang sedang kesulitan karena pandemi Covid-19 yang belum terjangkau bantuan pemerintah.

    Juga berupaya agar warga yang positif Covid-19 bisa dibantu penyediaan oksigen, obat-obatan, maupun pengantaran ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan yang dimiliki oleh kader Partai Demokrat.

    “Bagaimana agar masyarakat yang sedang menjalankan isolasi mandiri bisa mendapatkan bantuan obat serta kecukupan kebutuhan hariannya. Sangat disayangkan di tengah keseriusan kader-kader kami di seluruh Indonesia membantu rakyat, malah hoax dan fitnah yang kemudian ditebar oleh pemerintah dan pendukungnya,” jelas Mahendra.

    Ia menambahkan, tidak ada yang lebih berharga dari pada nyawa manusia, seperti yang telah disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. “Inilah semangat yang dipegang teguh oleh kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

    Seharusnya, seluruh elemen Pemerintah bisa memiliki semangat yang sama, dan berfokus mencegah melonjaknya korban meninggal karena covid-19, daripada sibuk menebar hoax dan fitnah. “Rakyat butuh aksi nyata, bukan pencitraan tak berguna apalagi janji-janji belaka,” tukas Mahendra. (rls/tam)