Dinas Indagkopukm Kota Tangerang Lakukan Pengawasan PPKM Darurat

    Kepala Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang, Teddy Bayu Putra (kiri), ikut mengawasi pelaksanaan PPKM Darurat.

    TANGERANG – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Indagkop UKM) Kota Tangerang, melaksanakan kegiatan pengawasan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 3 – 20 Juli 2021. Pengawasan yang dilakukan menyasar tempat perniagaan di wilayah Kota Tangerang.

    Sejumlah mall, pusat perbelanjaan, retail toko modern dan pertokoan, tidak luput dari kegiatan pengawasan. Termasuk keberadaan pasar tradisional dan modern serta para pelaku UMKM dan para Pedagang Kaki Lima (PKL),

    Kepala Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang, Teddy Bayu Putra menerangkan, pihaknya melakukan sosialisasi penerapan PPKM Darurat pada kegiatan pengawasan itu.

    Salah satu tempat perbelanjaan yang tak luput dari pengawasan Dinas Indagkopukm Kota Tangerang.

    “Kami memasang leaflet edaran terkait aturan PPKM Darurat di sejumlah titik lokasi strategis. Juga melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan PPKM Darurat di lokasi usaha,” kata Teddy, Senin (12.7).

    Menurutnya, bila pada saat kegiatan pengawasan didapati pelaku usaha yang tidak menerapkan prokes dan menjalankan PPKM Darurat, maka pihaknya akan memberikan imbauan dan teguran.

    “Penerapan PPKM darurat ini sesuai Instruksi Menteri dalam Negeri (Mendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Corona Virus Disease di Wilayah Jawa dan Bali. Juga mengikuti Surat Edaran Walikota Tangerang Nomor 180/2320-Bag.Hkm/2021 terkait PPKM  sesuai instruksi Mendagri,” papar Teddy.

    Dikatakan, selama PPKM Darurat aktivitas di pusat perbelanjaan atau mall ditutup sementara. Sedangkan Pasar, super market, swalayan, diperbolehkan membuka usahanya hingga pukul 20.00 WIB. Pengunjung pun dibatasi hanya 50% serta menerapkan prokes yang ketat.

    Bagi pedagang yang menjual makanan, tidak dibolehkan menerima orderan makan ditempat. ”Silakan membuka usahanya hingga pukul 20.00 WIB, tetapi pesanannya tidak boleh makan ditempat atau hanya bisa dibawa pulang oleh konsumen,” pungkas Teddy. (adv)