FAM Menyoal Penghargaan Wali Kota Sebagai Pelopor RS Syariah

    FOTO: Shandi, Humas FAM Tangerang

    TANGERANG (BT) – Pada Sabtu (29/2/2020), Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meraih penghargaan sebagai kepala daerah pelopor sertifikasi rumah sakit syariah, pada acara 3rd International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. Raihan itu boleh dikatakan sebagai kado terindah untuk wali kota dan masyarakatnya di usia ke-27 Kota Tangerang.

    Menanggapi hal itu, sebagai organisasi mahasiswa yang gencar menyoroti pelayanan kesehatan khususnya di Kota Tangerang, Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang menilai bahwa penghargaan pelopor tidak seimbang dengan sistem pelayanan kesehatan di Kota Tangerang.

    “Kami dari FAM sudah mengetahui soal penghargaan pelopor yang diraih Arief. Tapi menanggapi hal itu FAM merasa tidak seimbang bila mengesampingkan sistem pelayanan yang terjadi hari ini,” ungkap Shandi, Humas FAM Tangerang kepada Beritatangerang.id, Sabtu (29/2/2020) malam.

    Baca juga : Arief Terima Penghargaan Pelopor Rumah Sakit Syariah

    Bicara penghargaan itu dirinya mengaku tidak memungkiri bahwasanya Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sebagai pelopor rumah sakit syariah. Namun soal sistem, pihaknya tetap masih mempertanyakan dan memperjuangkan.

    “Secara objektif jika bicara pelopor, iyah betul. Tapi kalo soal sistemnya, ini yang harus kita tanyakan dan perjuangkan bersama,” tegasnya.

    Ia juga mengaku lebih tertarik bila mengangkat persoalan-persoalan sistem pelayanan di rumah sakit yang dinilainya mencekik rakyat, yang memang terjadi saat ini. Ia pun mengaku heran kenapa sistem dalam rumah sakit di Kota Tangerang tidak pernah dikemukakan.

    “Intinya penghargaan ini tidak seimbang dengan kondisi di lapangan. Karena masih banyak masyarakat yang sakit kemudian dikomersilkan. Misalnya mau melakukan persalinan, lalu diarahkan ke sesar yang memerlukan biaya lebih mahal,” tutur Shandi.

    “Jadi saya rasa itu tidak seimbang dengan penghargaannya Arief,” tukasnya. (Hmi)