Hasyim Harun Divonis Lebih Rendah dari Tuntutan JPU

    FOTO: Suasana sidang pembacaan putusan Hasyim-Harun di PN Tangerang

    TANGERANG – Pengacara terdakwa Hasyim-Harun, Madsanih Manong mengaku menerima putusan hakim atas vonis 8 bulan kepada terdakwa kakak beradik yang dituding memanfaatkan tanah boncos milik BUMN PT Wijaya Karya (Wika).

    Pengacara dari LBH Pijar ini pun ‘legowo’ atas putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Tangerang. Sebab, hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa menurutnya jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

    “Karena vonis yang diberikan hakim itu jauh lebih rendah dari tuntutan JPU, jadi kita menerima,” ungkap Madsanih, Rabu (28/10/2020).

    Kedua terdakwa yang merupakan kakak beradik ini telah menjalani kurungan sekitar 6 bulan. Artinya, kata Madsanih, terdakwa hanya perlu menjalani hukuman penjara sekitar dua bulan.

    “Kedua terdakwa telah menjalani kurungan sekitar 6 bulan. Jadi mereka hanya perlu menjalani dua bulan,” tegasnya.

    Sementara ketua hakim Wendra Rais yang membacakan putusan dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (17/10/2020) di PN Tangerang menyampaikan bahwa terdakwa Hasyim dan Harun dinyatakan bersalah, dan dijatuhi hukuman 8 bulan kurungan.

    Diketahui, terdakwa dijerat pidana lantaran dituding memanfaatkan tanah boncos di proyek milik PT Wika. Tanah tersebut merupakan hasil dari pengerjaan jalan tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran (ruas Jakarta Barat-Banten). Perusahaan plat merah itu mengaku mengalami kerugian senilai Rp7.188.165. Kakak beradik ini dijerat dengan pasal 363 ayat (1) Ke-4 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Hmi)