Imbas Corona, Akses Menuju Pasar Anyar Tangerang Ditutup

    FOTO: Para petugas Dishub saat berjaga di pintu masuk menuju Pasar Anyar Kota Tangerang

    TANGERANG – Sejak mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Kota Tangerang, kawasan sekitar Pasar Anyar Kota Tangerang terbebas dari kemacetan kendaraan.

    Pasalnya sejak saat itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang menutup akses untuk kendaraan yang hendak menuju pasar tradisional tersebut.

    Nampak penutupan seluruh akses pengan barrier di kawasan tersebut dilakukan petugas Dishub Kota Tangerang pada Jumat (3/4/2020).

    Kabid Lalin Dishub Kota Tangerang Andhika Nugraha mengatakan, penutupan akses tersebut untuk mensterilisasi kendaraan di Pasar Anyar.

    “Kita lakukan rekayasa untuk mengurangi tingkat kepadatan di pasar tersebut,” kata Andhika.

    Menurut ia, langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Sehingga di pasar itu bisa dilakukan protokoler kesehatan dengan social distancing antar pembeli dan pedagang.

    “Ini supaya mencegah penyebaran virus corona,” katanya.

    Ia menjelaskan, para konsumen masih bisa berbelanja secara konvensional di Pasar Anyar. Namun, kendaraan pribadi tak bisa dibawa ke dalam area pasar.

    “Kalau tetap dicampur dengan lalu lintas kendaraan, akan sangat sulit untuk menerapkan kebijakan social distancing,” tukasnya.

    Sementara itu, Kepala Pasar Anyar Ahmad Juhaeni mengatakan belanja konvensional masih dibuka di Pasar Anyar. Namun, dirinya menyarankan kepada konsumen untuk belanja kebutuhan pokok secara online dari rumah.

    Sebab menurutnya, belanja online dari rumah sudah diterapkan oleh pengelola Pasar Anyar sejak 24 Maret 2020.

    “Belanja di tempat masih bisa. Tapi kami juga buka pelayanan online,” katanya.

    Konsumen sangat dimudahkan dalam pelayanan belanja online. Juhaeni menyebut dalam belana online ini konsumen cukup menghubungi hotline 0856-157-2636 untuk tersambung dengan pedagang hingga kemudian pesanan diantar ke rumah pemesan.

    “Kami menyediakan jasa pengiriman. Tetapi ongkosnya ditanggung konsumen,” pungkasnya. (Hmi)