Minimalisir Kemacetan, Pemkot Diminta Rangkul Pengusaha

    Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi

    TANGERANG – Kemacetan lalu lintas merupakan pemandangan umum yang biasa terjadi sehari-hari. Terutama pada saat hari kerja. Kepadatan kendaraan biasa kerja pagi hari menjelang jam masuk kerja sekitar pukul 07.00 WIB. Juga ketika para pegawai atau pekerja pulang beraktivitas mulai sekitar pukul 16.00 WIB.

    Kondisi kepadatan lalu lintas juga dipicu dengan semakin banyaknya jumlah unit kendaraan baru yang turun ke jalan. Sementara akses jalan sebagai penunjang, sama sekali tidak mengalami perluasan atau pelebaran.   

    Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi, mencoba menawarkan solusi kepada Pemkot Tangerang tentang cara meminimalisir kepadatan arus lalu lintas. Yaitu dengan cara melakukan pendekatan persuasif kepada para pengusaha yang menjalankan bisnisnya di Kota Tangerang. Caranya dengan menerapkan pola jam masuk kerja dan system zonasi.

    “Sebenarnya ini pengalaman pribadi saya saat hendak pergi menghadiri undangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten baru-baru ini. Ketika itu saya berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB. Ternyata jalan yang saya lewati hingga masuk pintu gerbang tol Bitung cukup lengang,” kata politisi PDI Perjuangan yang berdomisili di wilayah Kecamatan Periuk ini.

    Usut punya usut, ternyata rata-rata perusahaan mulai beraktivitas sekitar pukul 07.00 WIB. Jadi aktivitas di jalan raya belum terlalu sibuk. “Saya mengambil kesimpulan, apabila jam masuk kerja dibuat berbeda di setiap zonasi, mungkin mampu meminimalisir padatnya kendaraan di jalan raya,” tutur Suparmi.

    Ia mengambil contoh, pola zonasi tersebut dibuat menjadi 3 wilayah. “Misal zona barat diterapkan masuk kerja pukul 07.00 WIB. Zona tengah pukul 08.00 WIB dan wilayah timur pukul 09.00 WIB,’ urai Suparmi. Sehingga dengan disiasatinya jam masuk kerja itu, sedikit banyak mampu mengurai kemacetan yang rutin terjadi.

    “Sekarang ini kan banyak perusahaan yang jam masuk  kerjanya berbarengan. Sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Belum lagi aktivitas para pelajar yang memang masuk sekolah sekitar pukul 07.00 WIB,” terang Suparmi.

    Unruk itu ia meminta pemkot, untuk melakukan pendekatan kepada para pengusaha yang ada di Kota Tangerang. Supaya bisa menerapkan metode tersebut. “Memang tidak ada regulasi yang mengatur tentang  hal itu. Namun apabila dilakukan pendekatan dan dibicarakan bersama, mudah-mudahan para pengusaha tidak keberatan,” ujar wakil rakyat yang berdiam di wilayah Dapil V Kota Tangerang ini.

    Ia meyakini, penerapan masuk kerja sistem zonasi, sama sekali tidak berdampak negative terhadap pada proses produksi. “Misal perusahaan tersebut menerapkan pola kerja 3 shift, kan tinggal mengikuti jadwal masuk dan pulang kerjanya saja. Bila dalam satu shift diberlakukan 8 jam kerja, tinggal disesuaikan saja kapan waktu para pekerja masuk atau pulang kerja. Mudah-mudahan cara ini dapat meminimalisir kemacetan lalu lintas di Kota Tangerang,” pungkas Suparmi. (tam)