PAC PP Jatiuwung Salurkan Bansos untuk Korban Banjir di Lebak

    FOTO: Ketua PAC PP Jatiuwung Sabrawi saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengasuh Ponpes di Lebak

    LEBAK – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Jatiuwung salurkan bantuan sosial kepada korban banjir di Pondok Pesantren (Ponpes) Majelis Shalawat Saung Pemanah Rasa, Kabupaten Lebak.

    Sebanyak 20 buah alquran, baju koko, dan sajadah, diserahkan PAC PP Jatiuwung kepada para santri di Ponpes tersebut. Bantuan berupa karpet, beras, dan uang tunai pun diserahkan langsung kepada korban banjir Ponpes yang terletak di Kampung Muara Tengah, Kelurahan Muara barat, Kecamatan Rangkas Bitung.

    Ketua PAC PP Jatiuwung Sabrawi menerangkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, pihaknya melakukan penggalangan dana untuk korban banjir di wilayah Kabupaten Lebak.

    “Kita menggalang dana selama 4 hari. Alhamdulillah semua berpartisipasi. Mudah-mudahan ini menjadikan kita semakin solid dan kompak. Jadi tidak peduli agamanya apa atau di mana, kita bisa peduli sesama,” kata Sabrawi.

    Adapun penyerahan bansos yang dilakukan PAC PP Jatiuwung berlangsung pada Selasa (15/12/2020) malam. Bantuan pun disambut antusias oleh pengasuh dan para santri di Ponpes tersebut.

    Salah seorang pengasuh Ahmad Haerul Albantani mengaku sangat berterimakasih atas bantuan yang disalurkan PAC PP Jatiuwung. Dengan demikian, aksi sosial ini diharap mampu meringankan beban yang menimpa Ponpes yang diasuhnya.

    “Kita ucapkan terimakasih. Jadi alhamdulillah berarti ikatan kekeluargaannya dan jiwa kemanusiaan sosialnya cukup tinggi kepada kami yang jauh dari tangerang. Kita berdoa semoga banjir ini membawa berkah buat kami dan menjadi ladang amal buat saudara kita di PP,” ucap Haerul.

    Kata Haerul, bencana banjir setinggi 5 meter yang menimpa Ponpes ini menghanyutkan hampir semua sarana dan hewan ternak yang menjadi sumber penghasilan para santri di Ponpes tersebut. Banjir yang merendam permukiman Ponpes ini berlangsung selama tiga hari.

    “Korban gak ada, tapi barang kita semua ambles, termasuk hewan ternak. Ada kambing 12 ekor, juga ikan mas dan lele. Itu semua untuk menghidupi santri. Karena kita gak tergantung pada pemerintah, mandiri,” pungkasnya. (Tam/Hmi)