IMG-20190816-WA0147

    Pasukan Koboi Cipondoh Meriahkan Penutupan Festival Cisadane

    Camat Cipondoh Rizal R Ridolloh (tengah), dengan pakaian koboinya, tampak menunggangi kuda putih pada acara penutupan Festival Cisadane, Minggu (4/8).

    TANGERANG – Barisan pasukan koboi, meriahkan acara penutupan Fastival Cisadane, Minggu (4/8), di Jalan Benteng Jaya. Pasukan ini beranggotakan pegawai Kecamatan dan kelurahan di wilayah Kecamatan Cipondoh.

    Tampak di bagian terdepan memimpin barisan, Camat Cipondoh Rizal R Ridolloh didampingi sekretarisnya Achmad Zuldin Syafii. Dengan menunggangi kuda gagah berwarna putih, camat yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang ini mengenakan setelan kemeja hitam kuning kotak-kotak dibalut rompi berwana hitam.

    Topi lebar ala koboi berwarna coklat, tak urung dikenakan pejabat eselon IIIa yang baru dikukuhkan pada akhir Juni lalu ini. Segenap lurah berikut pegawai kecamatan dan kelurahan di wilayah Kecamatan Cipiondoh, terlihat berjalan beriringan di bagian belakang. Dengan kompak, iring-iringan ini mengenakan pakaian ala koboi pula.

    Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Usaha Kecil Menengah (UKM), juga ikut dalam barisan. Pasukan ini berjalan melintasi area penutupan even tahunan yang digelar Pemkot Tangerang. Saat berada di tengah kerumunan penonton, pasukan koboi ini melempar topi untuk dibagikan kepada pengunjung yang dating pada penutupan acara itu.

    “Ini cara kami untuk memeriahkan penutupan Festival Cisadane,” ungkap Camat Cipondoh Rizal R Ridolloh. Menurutnya, pakaian koboi yang dikenakan merupakan hasil mufakat dengan para lurah dan pegawai kecamatan.

    “Sebelumnya organisasi perangkat daerah (OPD) lain telah mengenakan berbagai kostum unik dalam memeriahkan Festival Cisadane. Akhirnya kami sepakat memakai pakaian western ala koboi ini,” terang Rizal.

    Parade koboi Cipondoh, pada acara penutupan Festival Cisadane, Minggu (4/8). Tampak Camat Cipondoh Rizal R Ridolloh (depan kiri), dengan menunggangi kuda putihnya memimpin barisan. (Tama/Berita Tangerang)

    Filosofi dari koboi sendiri menurut Rizal, adalah tokoh pemberani. Khususnya dalam berjuang demi masyarakat dan lingkungan. “Namun kami berharap lebih dari itu. Kekompakan antara aparatur pemerintahan dan warga juga menjadi hal yang sangat penting dalam membangun lingkungan,” tuturnya.  

    Terkait pelaksanaan Festival Cisadane kata Rizal, pihaknya telah mengutus UKM di wilayahnya untuk memamerkan dan menjual produknya di stand Kecamatan Cipondoh. Berbagai hasil olahan pun ditampilkan. Mulai dari sajian makanan dan minuman, hingga hasil kerajinan tangan.

    “Di wilayah kami saat ini terdapat 37 pelaku usaha yang bergabung dalam Forum UKM. Meski keberadaan di lapangan jumlahnya lebih dari itu,”terang Rizal. Ia berharap, agar para pelaku UKM terus melakukan inovasi dan mengembangkan produknya. Supaya lebih memikat dan menggugah keinginan konsumen untuk membeli.

    “Kami sudah mengarahkan, supaya produk yang dihasilkan dikemas semenarik mungkin. Juga menggunakan pola pemasaran modern dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk. Yaitu melalui penjualan berbasis online,” paparnya.  

    Selain memasarkan produk menurut Rizal, pihaknya memanfaatkan Festival sebagai ajang dalam memperkenalkan kampung-kampung tematik. “Kami telah menjalankan kampung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) diberbagai kelurahan. Kamudian saat ini, kami tengah mengembangkan sejumlah kampung tematik. Ini merupakan komitmen kami bersama masyarakat, dalam merawat dan memanfaatkan lingkungan,” jelas Rizal.

    Dikatakan, di wilayahnya saat ini terdapat kampung atur tertib mandiri (ATM). Kampung Cupang dengan aktivitas warga membudidayakan ikan cupang. Kampung mangga dengan pengembangan kreasi sambal olahan buah mangga. Kampung saung dan sebagainya.

    “Ke depan, kami akan terus melaksanakan penataan kampung tematik. Selain mengembangkan potensi di masing-masing wilayah, diharapkan keberadaan kampung tematik mampu memicu meningkatnya taraf perekonomian warga. Pastinya, keseimbangan dan kelestarian lingkungan juga tetap terjaga,” tandas Rizal. (ads)