TANGERANG – Hubungan seks bebas menjadi pemicu penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Hal itu diungkapkan Indri Bevy, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Selasa (1/12/2020).
Menurut Bevy, seks bebas dengan tanpa menggunakan alat pengaman atau kondom sangat berpotensi terinfeksi AIDS. Apalagi gonta-ganti pasangan, serta berhubungan seks dengan sesama jenis.
“Iya sesama jenis, jadi hubungan seks tidak aman. Baik itu sesama jenis dan tuker-tuker pasangan. Karena faktor resikonya MSM (man sex man),” kata Bevy.
Berdasarkan data Dinkes Kota Tangerang jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) naik turun dalam lima tahun terakhir. Pada September 2020 terdapat 154 jiwa, kemudian pada 2019 sebanyak 232. Lalu 157 orang pada 2018, 2017 ada 124. Serta di tahun 2016 ada 105 orang.
Namun demikian, lanjut Bevy, dari jumlah tersebut tidak ada kasus bayi yang terinfeksi AIDS dari ibu yang positif, lantaran semasa kehamilan sang ibu mendapat instruksi dari dokter agar selalu memeriksa dan mengkonsumsi obat untuk mencegah anaknya terinfeksi AIDS.
“Yang dari ibu ke anak belum ada, kan kita ada kegiatan triple eliminasi pada ibu hamil, jadi kita melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil itu langsung kita kasih obat. biasanya kalau ibu hamil dikasih obat tidak akan menularkan kepada bayi yang dikandungnya. itu namanya triple elimination,” jelasnya.
Kemudian, bagi ODHA diharapkannya terus mengkonsumsi obat rejimen anti-retroviral (ARV). Obat tersebut berfungsi untuk menambah daya tahan tubuh sehingga masa hidup penderita AIDS dapat lebih panjang.
“Diharapkan mereka meminum obat ARV seumur hidup dan selalu kontrol, mereka harus berperilaku yang baik tidak pakai narkoba lagi, sex bebas lagi,” ucapnya.
Bertepatan dengan Hari AIDS sedunia, Bevy juga berharap mereka tetap semangat dan tidak kembali pada lubang yang sama. Kemudian, bagi masyarakat diharapkan jangan berstigma negatif.
“Jangan di stigma macem-macem mereka adalah sodara-sodara kita juga. Dan terakhir jangan berperilaku yang beresiko. Rangkul dan beri semangat buat mereka,” tukasnya. (Hmi)


















