Penyaluran Bantuan Warga Terdampak Covid-19 di Kota Tangerang Jadi Kontroversi

    FOTO: Screenshoot akun facebook Berita Tangerang

    TANGERANG – Penyaluran bantuan warga terdampak Covid-19 di Kota Tangerang menuai kontroversi di media sosial. Dalam postingan di akun Facebook Berita Tangerang terkait bantuan beras dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang telah didistribusikan, banyak netizen mengeluh karena tidak kebagian.

    Diketahui sebelumnya, penyebaran virus corona yang begitu masif di Kota Tangerang, menyebabkan dampak yang juga meluas di lingkungan masyarakatnya. Terlebih, virus corona pun saat ini telah menginfeksi seluruh kecamatan di Kota Tangerang.

    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah baru-baru ini mengumumkan soal bantuan yang disalurkan Pemkot Tangerang kepada masyarakat berupa beras untuk masing-masing RW sebanyak 100 Kg. Arief juga mengaku tengah menganggarkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

    “Beras ini untuk cadangan, akan disalurkan kepada yang betul-betul memerlukan. Kemudian juga ada bantuan sebesar Rp600 ribu per KK, rencananya akan mulai dijalankan minggu depan,” ujar Arief, saat mendistribusikan beras di wilayah Kecamatan Neglasari, dilansir Tangerangkota.go.id, pada Sabtu (11/4/2020) pekan lalu.

    Pernyataan tersebut mengundang komentar netizen di akun facebook Berita Tangerang. Tak sedikit para pengguna facebook yang menyinyirkan pendataan penerima manfaat yang terkesan tebang pilih. Bahkan lebih dari itu, mereka yang sudah didata pun mengaku tak kunjung mendapat bantuan.

    “Se x’a bnr jg dipilh, kdg2 yg data pilih kasih,” tulis akun facebook Sanimah Nimah di kolom komentar yang disambut pengguna facebook Atik Shifa Atik Shifa “Masa sih.moga2 bener.dn sampai ke semua masyarakat.jngn dipilih2 yg dikasih.semua kesulitan ekonomi sekrng,” tulis Atik Shifa Atik Shifa.

    Bahkan di bagian kolom komentar lainnya pun pengguna facebook ada yang mengaku telah mengumpulkan data namun tak kunjung bantuan tersebut menghampirinya. “Mana nih KTP KK udh dikumpulin ko ga kunjung dpt yah,” tulis akun facebook Nurhadi Iyan.

    Padahal menurut Ida Marmurahati TKSK wilayah Kecamatan Batuceper Kota Tangerang, jika memang sudah menyerahkan data ke Rt maupun Rw, tentunya warga akan menerima bantuan tersebut. Sebab, bantuan akan turun berdasarkan data yang masuk dari Rt/Rw di masing-masing kelurahan.

    “Kita tidak bisa menentukan berapa KK yang mendapat bantuan, maka sesuai data masuk. Karena hampir semua kena dampak,” jelasnya saat dikonfirmasi beritatangerang.id, Senin (13/4/2020).

    Namun demikian, bantuan tersebut dikecualikan bagi warga yang sudah tersentuh Program Keluarga Harapan (PKH) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Rt/Rw, serta guru ngaji yang sudah mendapat stimulan.

    “Iya, yang sudah dapat bantuan kaya PKH, BPNT, Rt/Rw dan guru ngaji itu tidak dapat lagi. Dan bantuan dampak Covid-19 ini dalam jangka waktu 3 bulan,” katanya.

    Sementara untuk bantuan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu seperti yang diberitakan itu, Ida mengaku belum mengetahui dengan jelas kapan turun anggarannya.

    “Untuk bantuan berupa uang kami belum mengetahui jelas kapan turun,” pungkasnya. (Hmi)