HUT-Kota-Tangerang-PKB.jpg

    Polemik Pembangunan RS Hermina, Warga Tempuh Jalur Hukum

    FOTO: Proyek bakal RS Hermina di Kecamatan Periuk Kota Tangerang

    TANGERANG (BT) – Warga Kampung Nagrak RT 04 RW 06 Kelurahan/Kecamatan Periuk, Kota Tangerang bakal melapor perkara pemalsuan tanda tangan kesepakatan pembangunan Rumah Sakit Hermina.

    Hal itu pun menyusul pernyataan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang menyarankan, agar warga menempuh jalur hukum jika memang ada kecurangan atau pemalsuan tanda tangan.

    Sejumlah warga yang menolak pembangunan RS Hermina itu pun menilai tak lagi ada jalan selain melalui meja hijau. Bahkan saat ini, warga terdampak belum juga mendapat kepastian dari para wakil rakyat dalam hal ini Komisi 1 DPRD Kota Tangerang yang menjembatani warga dengan pihak RS Hermina atau PT Medika Loka Kotabumi sebagai kontraktornya.

    Juru Bicara warga terdampak pembangunan RS Hermina Heri Hidayat mengaku telah melakukan konsultasi dengan sejumlah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Kota Tangerang. Bukti-bukti seperti selembaran tanda tangan yang dipalsukan pun juga telah dikumpulkan.

    “Karena pemerintah juga ingin kita menyelesaikan ini lewat pengadilan, tidak ada jalan lain. Kita sudah konsultasi dengan beberapa pengacara dan LBH, mereka bilang bukti ini kuat,” kata Heri, Minggu (22/3/2020).

    Berdasarkan himpunan, terdapat 30 warga di wilayah setempat yang menyatakan setuju terhadap pembangunan proyek tersebut. Sementara sejumlah warga yang tidak menyetujui merasa dirugikan, sebab sebelumnya tidak ada pemberitahuan terkait proyek tersebut.

    “Ada sekitar 10 tanda tangan yang dipalsukan. 4 di antaranya hanya berbentuk paraf dan 6 menyerupai,” kata Heri.

    “Saya sendiri tidak merasa tanda tangan, di sana tanda tangan saya hanya paraf saja. Kemudian juga ada tanda tangan warga yang hanya mengontak, tapi sekarang orangnya sudah pindah,” imbuhnya.

    Sebenarnya warga juga ingin menyelesaikan persoalan ini melalui musyawarah. Heri menilai menyelesaikan persolan melalui meja hijau akan menimbulkan perpecahan di antara warga yang setuju dan tidak setuju. Namun, hingga saat ini belum ada itikad baik dari pihak RS Hermina ataupun PT Medika Loka Kotabumi.

    “Selama ini kita hanya 1 kali bertemu dengan pihak RS Hermina itupun sangat dipaksa. Mau tidak mau kita lewat jalan ini (Pengadilan). Rencananya kita akan buat laporan pertengahan April,” tandasnya.

    Pantauan di lokasi, pembangunan proyek RS Hermina juga diteruskan setelah sempat terhenti selama 4 hari mulai Sabtu (17/3/2020) hingga Selasa (17/3/2020). Alat berat juga telah beroperasi seperti biasa dengan sejumlah petugas dan penjagaan.

    Di samping itu, warga juga menilai terjadi kebohongan publik selain pemalsuan tanda tangan atas pembangunan proyek RS Hermina. Belum lama ini muncul spanduk dukungan terhadap pembangunan proyek yang diduga hasil rekayasa.

    Salah seorang tokoh masyarakat, Mastur mengungkapkan, dalam spanduk tersebut terdapat foto sejumlah tokoh masyarakat yang mendukung pembangunan proyek RS Hermina, salah satunya yaitu Emil Emad.

    “Emil Emad itu ayah saya, tapi dia tak pernah menyetujui pembangunan. Kami tegas menolak pembangunan itu karena akan berdampak buruk bagi anak cucu kami,” tegas Mastur.

    Spanduk tersebut akhirnya diturunkan setelah keluarga Emil Emad memprotes keras. Kendati demikian, Spanduk dukungan itu kembali dimunculkan lagi, namun tanpa menyertakan foto Emil Emad. (Hmi)