Putusan 18 Tahun kepada Terdakwa Pemilik Ganja 192 Kilo Dinilai Melenceng

    FOTO: Kasie Pidum Kejari Kota Tangerang Dapot Dariarma

    TANGERANG – Putusan 18 tahun dari Pengadilan Negeri Tangerang atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja seberat 192 kilogram dinilai jauh dari tuntutan yang diajukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang.

    Hal itu diungkapkan Kasie Pidum Kejari Kota Tangerang, Dapot Dariarma, usai persidangan agenda putusan yang berlangsung di PN Tangerang, Selasa (6/4/2021) kemarin.

    “Kami akan banding. Karena putusan hakim  jauh dari tuntutan kita,” katanya.

    Menurut Dapot, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini memberikan tuntutan berdasarkan Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

    “Bila hakim memvonis seumur hidup masih kita terima dan kita toleransi, tetapi putusan hakim kali ini jelas melenceng jauh,” jelas Dapot.

    Kata Dapot, hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pengedar narkoba agar tidak mengulangi perbuatannya.

    Langkah banding yang dilakukan  berdasarkan tuntutan mati itu lantaran banyak barang bukti yang ditemukan dari terdakwa berinisial NB (50) dan DP (32) yakni 192 kilogram ganja.

    “Dari barang buktinya sudah banyak, perbuatan terdakwa terkait masalah narkoba dan kami menjalankan program pemerintah. Setidaknya ada efek jera pada bandar narkoba itu saat mereka mengedarkan,” katanya.

    Humas Pengadilan Negeri Tangerang, Arif Budi Cahyono mengaku, vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa lantaran terdakwa Nico hanya sebagai kurir narkoba.

    “Karena para terdakwa itu hanya sebatas kurir saja,” tuturnya.

    Terkait rencana banding yang akan dilakukan JPU, Arif mempersilahkan hal tersebut karena merupakan hak dari Jaksa.

    “Itu hak jaksa ya, dan hak terdakwa juga untuk mengajukan banding apabila tidak puas dengan putusan ini. Jika banding nanti akan diadili lagi di Pengadilan Tinggi Banten,” jelasnya.

    Diketahui, kedua terdakwa yang berasal dari Menteng, Jakarta Pusat ditangkap pihak Polres Metro Tangerang Kota pada 31 Agustus 2020.

    Keduanya ditangkap saat janjian bertemu untuk mengambil paket narkoba jenis ganja di Cikini, Jakarta Pusat. Dalam perkara ini NB dipinta DP untuk mengambil barang bukti narkoba dengan upah bonus Rp40 juta dengan uang jalan Rp500 ribu.

    Dalam perkara ini juga, barang bukti yang disita berupa enam karung berisi 176 paket ganja dengan berat neto 192 kilogram. (Hmi)