Ahli Waris Tutup Akses Pergudangan di Jalan Kemuliaan Cipondoh

    FOTO: Aktifitas di Jalan Kemuliaan saat pemblokiran yang dilakukan pihak warga/ahli waris

    TANGERANG – Ahli waris tutup akses kawasan pergudangan di Jalan Kemuliaan, RW 02 Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

    Penutupan jalan dilakukan oleh sejumlah warga yang mengaku ahli waris Sidi Dingdik / H Nisan. Pihak warga mengklaim lahan yang diperkirakan seluas 2 hektar itu merupakan tanah milik keluarga besarnya.

    Salah satu ahli waris, Edi menjelaskan, pemblokiran jalan dikarenakan hak atas tanah masih menjadi milik keluarga besarnya yang hingga saat ini belum dibayar oleh pihak gudang.

    “Karena kita sebagai ahli waris tidak memperjualbelikan tanah ini,” kata Edi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/4/2021).

    “Kita punya dokumen yang sah berupa pernyataan dan surat keterangan lainnya. Itu pun kita sudah konfirmasi dgn pihak BPN,” imbuhnya.

    Edi mengaku sudah melakukan pemblokiran berkali-kali di jalan tersebut. Sebelum memblokir, pihaknya juga telah mengkonfirmasi sejumlah pihak. Bahkan dirinya juga telah melakukan konfirmasi ke Pemda dalam hal ini Pemkot Tangerang.

    “Tanggal 30 Juli 2020 itu pemblokiran kedua. Kita sudah konfirmasi ke Pemda. Mempertanyakan tanah ini sudah masuk pemda atau tidak, ternyata jawabannya sudah jelas,” katanya.

    “Kita tanyakan lagi ke PU, siapa yang ngecor, itu coran pemerintah. Pertanda pemerintah. Tapi PU sendiri bilang tidak tau alasannya,” tukas Edi.

    Edi berharap ada upaya mediasi dari pihak-pihak yang terlibat. Namun, ia enggan menyebut pihak-pihak yang terlibat soal sengketa lahan seluas 2 hektare tersebut.

    “Kita mempertahankan ini. Ya mereka maunya apa, kalo mereka ada itikad baik dengan ahli waris, ya mau enggak mau kita buka dong. Intinya begitu,” pungkas Edi.

    Terkait hal itu, Camat Cipondoh Rizal Ridolloh mengaku telah menempuh berbagai upaya untuk menyelesaikan perkara tersebut.

    “Upaya-upaya sudah kami lakukan. Upaya mempertemukan kedua belah pihak juga sudah kami lakukan. Namun salah satu pihak tidak hadir saat itu,” katanya.

    Ia berharap pihak ahli waris tidak menutup jalan tersebut. Ia menyarankan agar ahli waris menempuh jalur pengadilan, sehingga dapat terselesaikan tanpa gesekan.

    “Saya harap tidak terjadi gesekan. Mending ke pengadilan saja,” tandasnya. (Hmi)