Solusi Penanganan Banjir, Pemkot Tangerang Tawarkan Sumur Abas

    Walikota Tangerang Arief R Wismansyah (dua kanan), saat menguji Sumur Abas. Tampak Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Said Endrawiyanto (kiri), memompakan air untuk Arief.

    TANGERANG – Pembangunan Sumur Abas di RW 11, perumahan Banjar Wijaya, diharapkan bisa menjadi solusi persoalan banjir yang terjadi di daerah tersebut. Hal itu disampaikan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Jumat (12/10).

    “Ini kita lagi uji coba salah satu tehnik untuk mempercepat resapan air di kawasan permukiman. Namanya Sumur Abas. Sistem ini dikembangkan oleh pak Abas. Staf PU Kota Tangerang. Jadi kita namakan Sumur Abas, ” ungkap Arief, saat mengunjungi lokasi pembangunan proyek di perumahan yang berada di wilayah Kelurahan Poris Plawad Indah.

    Menurut keterangan RW setempat kata Arief, metode ini cukup efektif mengurangi genangan di sekitar perumahan Banjar Wijaya. “Sumur Abas ini, kemungkinan akan dibangun di beberapa permukiman rawan bajir lainnya,” tutur Arief.

    Sementara itu Kustiono ketua RW setempat menerangkan, keberadaan Sumur Abas sangat membantu dalam meminimalisir dampak banjir di wilayahnya.

    “Biasanya kalau hujan, jalanan tergenang hingga sedalam 30 sentimeter atau setinggi roda mobil. Surutnya pun cukup lama. Bisa seharian lebih. Sejak ada Sumur Abas, air hujan langsung surut,” paparnya.

    Menurut Abas, warga pun bisa langsung memanfaatkan air yang ditampung di sumur itu. “Saat air PDAM mati, warga mengambil air dari sini,” kata Kustionom

    Penggagas sistem sumur, Abas Pristiwa mengungkapkan, bila ide pembuatan Sumur Abas berawal dari proyek perubahan saat dirinya mengikuti Diklat PIM IV.

    “Jadi awalnya dari proyek perubahan yang selama ini kita kenal namanya sumur retensi dan sumur resapan. Namum kalau saya perhatikan, air di sumur resapan itu tidak bisa dimanfaatkan langsung,” terang Abas, yang juga Kasi OP Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang ini.

    Kemudian tambah Abas, ia mencoba modifikasi dengan membuat Sumur Abas. Terdiri dari sumur endapan yang berfungsi sebagau filter dan sumur penampung yang berfungsi sebagai penyimpan air.

    Kedalaman sumur tersebut mencapai 15-20 meter. Jadi air dari jalan, mengalir masuk ke sumur endapan. Baru kemudian masuk ke sumur penampungan. “Airnya bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau kebutuhan rumah tangga,” tukas Abas. (tam/hms)

    Print Friendly, PDF & Email