Terkait Isu Warga Kota Tangerang Terjangkit Virus Corona, Begini Tanggapan Dinkes

    Dinkes Kota Tangerang melaksanakan simulasi penanganan pasien yang terindeksi virus Corona, Rabu (4/3).

    TANGERANG – Menanggapi isu tentang sudah adanya warga Kota Tangerang yang terinfeksi virus Corona, dibantah oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

    Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kota Tangerang Liza Puspadewai. Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada pasien suspect kasus virus Corona di Kota Tangerang.

    “Yang kemarin dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso itu, masih dalam pemantauan. Sebab yang bersangkutan baru pulang dari negara yang terjangkit virus Covid-19. Artinya bukan terjangkit virus Corona,” terang Liza, Rabu (4/3).

    Baca juga : Antisipasi Corona, RS Diminta Siapkan Ruang Isolasi Khusus

    Dikatakan, untuk menangani pasien penderita sakit yang disebabkan virus Corona, pihaknya telah melakukan simulasi penanganan pasien Virus Corona dengan melibatkan 32 RS dan 36 puskesmas se-Kota Tangerang.

    Upaya tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan menangani kasus virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia,.

    “Kami sudah mengumpulkan sejumlah rumah sakit dan puskesmas, serta mengadakan Table Top Exercise yang melibatkan 32 RS dan 36 Puskesmas di Kota Tangerang,” kata Liza.

    Melalui Table Top Exercise, tambah Liza, pihaknya bersama dengan pengelola RS dan puskesmas melakukan simulasi penanganan pasien yang diindikasikan terjangkit virus Corona.

    Lewat latihan tersebut kata Liza, disimulasikan cara penanganan apabila ada pasien yang mempunyai gejala terjangkit virus Corona.

    “Mulai dari penanganan di ruang instalasi gawat darurat (IGD), hingga dirujuk ke RS yang ditunjuk,. Semua harus mengikuti alur dan standar operasional yang ada. Seperti pemakaian alat pelindung diri (APD) dan lainnya,” papar Liza.

    Seandainya pasien meninggal, harus dilakukan treatmen khusus agar menghindari penyebaran virus. “Petugas yang memandikan jenazah pun harus menggunakan APD. Itu semua kita simulasikan,” ungkapnya.

    Masih terkait penanganan virus Covid-19 sambung Liza, Pemkot Tangerang juga telah membentuk Satgas Penanganan Virus Corona.

    “Sebenarnya satgas tersebut sudah dibentuk sejak 2017 lalu. Jadi ketika ada kasus outbreak atau keajidan luar biasa (KLB), tim langsung bergerak,” tukas Liza. (rls/tam)