Terkait Mudik Lokal, Arief Tunggu Arahan Gubernur Banten

    FOTO: Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah

    TANGERANG – Terkait ijin mudik lebaran bagi masyarakat lokal atau zona aglomerasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku belum bisa mengambil keputusan terkait mudik lebaran tersebut, mengingat Kota Tangerang termasuk dalam zona wilayah aglomerasi.

    “Kita masih nunggu arahan Gubenur Banten, kalau Jabodetabek aturannya udah jelas boleh, sekarang yang ke banten bagaimana?,” kata Arief, Jumat (23/4/2021).

    Adapun daerah yang termasuk wilayah aglomerasi yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan edaran terkait ijin mudik bagi masyarakat wilayah aglomerasi.

    Semisal dalam satu wilayah aglomerasi, warga diizinkan melakukan mudik lokal atau perjalanan antar kota atau kabupaten yang saling terhubung.

    Di Indonesia ada 8 wilayah aglomerasi di antaranya Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro); Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek); Bandung Raya; Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi; Jogja Raya; Solo Raya; Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila); dan Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros.

    Sementara Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa pemerintah sepakat untuk meniadakan mudik demi mencegah penularan kasus akibat importasi kasus dari daerah lain.

    Hal tersebut mengacu pada Surat Edaran Satgas Nomor 13 beserta Addendumnya yaitu seluruh mobilitas mudik dilarang selama periode 22 April sampai dengan 24 Mei 2021.

    “Oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah agar dapat menindaklanjuti Surat Edaran Satgas Nomor 13 Tahun 2021 ini dengan instrumen hukum yang selaras tidak bertentangan demi mensukseskan program nasional,” ujarnya dalam update Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia secara virtual, Kamis (22/4/2021) kemarin. (Hmi)