Tiga Jamaah Positif Corona, Ratusan Peserta Lainnya Ikut Dikarantina

Foto : Ilustrasi. (net)

JAKARTA – Berawal dari tiga orang jamaah positif Covid-19 yang mengikuti kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Jami Kebon Jeruk, Kamis (26/3), mengakibatkan sedikitnya 191 peserta lainnya yang hadir harus dikarantina.

Kabar tersebut beredar dari screen shoot percakapan WhatsApp yang menunjukkan surat dari Camat Tamansari kepada Suku Dinas Sosial Jakarta Barat.

Surat tersebut berisi permohonan bantuan makanan bagi sekitar tiga ratusan jamaah yang diisolasi di Masjid Jami Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta Barat, karena menjalani isolasi.

Karantina dilakukan setelah 3 orang jemaah tabligh akbar dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil rapid test. Akibatnya, ratusan jamaah lainnya ikut dikarantina di Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta Barat sejak Kamis, (26/3).

Camat Taman Sari, Risan Mustar menjelaskan, ketiga jamaah tersebut berasal dari Sumatera. “Berdasarkan hasil rapid tes, tiga orang yakni AZ asal Aceh. MJ asal Aceh dan BH asal Medan positif Corona,” katanya kepada wartawan, Sabtu (28/3/2020).

Setelah diketahui positif Covid-19, ketiga jamaah itu langsung dibawa ke Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta

pusat, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Sementara 191 jamaah yang ada dalam masjid tersebut langsung diisolasi dalam masjid dengan status orang dalam pemantauan (ODP). Mereka dijaga ketat aparat.

Para jamaah yang dikarantina terdiri dari 111 warga Indonesia, dan 80 jamaah asal negara lain.

“Jamaah yang berkumpul tidak boleh keluar-masuk lingkungan masjid. Mereka telah ditetapkan menjadi ODP. Hingga saat ini polisi dan TNI masih berjaga-jaga di lokasi,” terang Risan.

Ia menambahkan, pada 7 April mendatang, para jamaah yang diisolir tersebut akan diperiksa kembali. “Kalau tidak ada perubahan alias negatif, artinya mereka aman,” imbuhnya.

Risan menuturkan, di Masjid Jami Kebon Jeruk sering digelar berbagai kegiataan. Jamaah yang datang pun tidak hanya berasal dari dalam negeri saja. Namun ada yang berasal dari Thailand, India, Pakistan hingga jazirah Arab.

“Memang setiap hari ada kegiatan di masjid itu. Jamaahnya ada yang dari Jambi, Lampung hingga warga negara asing,” tukas Risan. (net/tam)