Tingkatkan Perekonomian Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Haris Supratman (tiga kiri), saat menggelar reses di lingkungan Kecamatan Cibodas beberapa waktu lalu.

    TANGERANG – Persoalan sumber daya manusia (SDM), sangat erat kaitannya dengan taraf perekonomian masyarakat. Semakin tinggi kompetensi SDM di suatu lingkungan, diyakini akan semakin baik pula tingkat ekonomi masyarakat di sana.

    Anggota DPRD Kota Tangerang Haris Supratman, bercita-cita mewujudkan sebaran perekonomian mapan yang merata bagi masyarakat Kota Tangerang. Salah satunya dengan menyorot program pemkot, yang berkaitan dengan peningkatan taraf hidup masyarakat. Berikut petikan wawancara dengan wakil rakyat asal Dapil V Kota Tangerang.

    Menurut bapak, apa saja problem yang masih terjadi di Kota Tangerang saat ini?

    Jawab Sampai dengan saat ini, Kota Tangerang masih dihadapkan dengan masalah kemiskinan. Problem ini masih sangat melekat. Kita dapat menyaksikannya langsung saat berkeliling ke suatu wilayah.

    Haris Supratman (kiri), pada acara konfrensi pers usai rapat paripurna beberapa waktu lalu.

    Apa indikasi bila masih ada warga yang yang hidup dibawah garis kemiskinan?
    Masih banyaknya penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), merupakan petunjuk bila warga hidup dalam kondisi prasejahtera. Di Kelurahan Cibodas saja, sedikitnya terdapat sekitar 700 kepala keluarga penerima bantuan PKH.

    Sebenarnya apa sih yang bisa diperbuat pemkot, untuk menekan atau memperkecil angka kemiskinan tersebut?

    Jaeab : Pemberdayaan masyarakat tentu menjadi salah satu hal yang sangat penting, Supaya mereka bisa berkompetisi di dalam maupun di luar lingkungan. Peningkatan SDM bisa diwujudkan, melalui berbagai pelatihan sesuai dengan keinginan atau hobi masing-masing individu.

    Contoh ada warga yang belum memiliki pekerjaan namun gemar mengotak-atik mesin kendaraan. Bekali dia dengan keahlian layaknya seorang montir. Beri dia pelatihan. Diharapkan ia memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memperbaiki mesin kendaraan.

    Minimal orang tersebut punya keahlian yang menyebabkan dia bisa diterima bekerja di bengkel. Namun itu masih belum cukup, apabila yang bersangkutan berkeinginan membuka bengkel. Tentu saja ia butuh modal. Disinilah peran pemkot hadir kembali dalam menyediakan permodalan.

    Haris Supratman (kiri), disela peringatan tahun baru Islam 1440 Hijriah.

    Itu hanya contoh kasus saja. Kenyataannya, banyak warga yang tertarik pada bidang keahlian lain. Seperti menjahit, memasak, kursus elektronik, komputer, kursus mengendarai mobil dan sebagainya.

    Selain mutu SDM, tingginya angka kemisikinan juga disebabkan karena banyaknya jumlah pengangguran. Untuk itu, dibutuhkan kepekaan dari kita termasuk pemkot tentunya, untuk bersama menyelesaikan masalah ini.

    Bila diselaraskan dengan program yang saat ini dijalankan pemkot, apakah bisa meminimalisir angka kemiskinan tersebut?
    Pastinya bisa. Namun masih perlu pengawasan serta kerjasama yang erat antara masyarakat hingga aparatur di tingkat wilayah. Misalnya melalui Program Tangerang Berkebun. Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi suatu kejutan atau seremonial belaka.

    Pastikan bila melalui program tersebut, masyarakat selaku pelaku kegiatan bisa merasakan manfaatnya. Artinya mereka bisa mendapatkan keuntungan atau mengantongi nilai ekonomis yang bisa meningkatkan taraf hidup.

    Apakah bapak yakin metode ini dapat membuahkan hasil?

    Jawab : Kegagalan kerap membuat orang menjadi jera. Padahal bila hal dijadikan pelajaran atau tolak ukur, Insya Allah dapat menuai hasil yang maksimal di kemudian hari. Untuk itu saya berharap kepada masyarakat termasuk pemkot, agar tidak bosan bila menemukan suatu kegagalan saat melaksanakan suatu program.

    Gulirkan program secara berkesinambungan. Lakukan pengawasan yang melekat. Pantau pula progresnya. Sebab kesuksesan sering kali harus melewati sebuah kegagalan. Intinya jangan kapok dan terus berupaya.

    Apakah sarana dan prasarana yang disediakan pemkot untuk program pemberdayaan masyarakat dirasa sudah memadai?

    Jawab : Saya yakin sarana yang dimiliki pemkot saat ini belumlah cukup. Tidak semua kecamatan memiliki balai latihan kerja (BLK). Gedung ini sangat penting keberadaannya. Karena difungsikan sebagai tempat untuk melatih dan menempa keahlian warga. Sehingga masyarakat diharapkan mampu mandiri dengan menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri. Bahkan untuk orang lain.

    Selain hsl yang dijabarkan diatas, masih adakah yang diperlukan untuk meningkatkan perekonomian warga?
    Tentu saja masih ada yang kurang. Yakni keberadaan koperasi aktif di setiap kelurahan. Koperasi berfungsi sebagai salah satu tempat untuk mendistribusi hasil kreativitas warga.

    Baik makanan, minuman dan sebagainya. Meski warga sudah pandai dan mahir dalam menciptakan komoditi baru, namun apabila produk yang dibuat tidak bisa dijual di pasaran kan sayang.

    Koperasi juga bisa dijadikan wadah simpan pinjam masyarakat sekitar. Terutama untuk memberikan modal bagi warga selaku para pelaku usaha. Khususnya bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

    Mungkin masih ada komentar tambahan pak, supaya tercipta masyarakat yang mandiri?
    Kota Tangerang dijuluki sebagai kota seribu industri. Sangat disayangkan apabila warga disekitar industri iti hanya jadi penonton saja. Bahkan menjadi ironis ketika malah banyak pengangguran di lingkungan itu.

    Dinas Ketenagakerjaan hanya bertindak selaku penegak aturan ketenagakerjaan saja. Mestinya antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat saling berkolaborasi.

    Saat ada perusahaan mengajukan izin mulai dari tingkat RT hingga dinas perizinan, mestinya pemilik usaha diberi arahan supaya memberi prioritas bagi warga sekitar untuk bekerja.

    Alangkah lebih bijaksana lagi, apabila warga kurang mampu diberi kesempatan untuk bekerja di perusahaan baru tersebut. Sehingga diharapkan mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan di sana.

    Jadi kesimpulan dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat diantaranya yaitu jalankan program yang memiliki nilai ekonomi secara berkesinambungan. Terus awasi pelaksanaan dan progres program. Beri warga pelatihan dan permodalan.

    Ajak para pemilik usaha atau investor agar bisa merangkul masyarakat sekitar. Khususnya warga kurang mampu. Insya Allah cita-cita untuk menyejahterakan warga bisa diwujudkan.

    Haris Supratman
    Anggota DPRD Kota Tangerang asal Fraksi Hati Nurani Rakyat