Warga Banten Diminta Waspadai Kenaikan Harga Komoditas Jelang Akhir Tahun

    Pj Gubernur Banten Al Muktabar

    BANTEN – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengingatkan masyarakat khususnya di wilayah Provinsi Banten, untuk mewaspadai kenaikan angka inflasi pada akhir tahun.

    Sebagaimana pola tahunan yang biasanya terdapat peningkatan harga komoditas menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Komoditas yang perlu diwaspadai menurut Al Muktabar adalah bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

    “Akan ada tekanan pada komoditas tarif angkutan, baik darat, laut, maupun tarif pesawat udara,” ungkapnya.

    Namun begitu, kata dia, inflasi Provinsi Banten saat ini terkendali berkat kerjasama kolaborasi semua pihak yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten.

    Bahkan dirinya memastikan bahwa angka inflasi di Banten akan tetap terjaga dengan baik sampai akhir 2023, dengan tetap bersinergi dalam pengendalian inflasi pangan yang ditempuh melalui lima langkah kebijakan.

    Adapun lima langkah kebijakan yang ditempuh yakni dengan mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengendalian inflasi, memperkuat sarana dan prasarana pertanian, mengintegrasikan data stok dan neraca pangan daerah, memperkuat infrastruktur dan rantai pasok untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat komunikasi dan sinergi koordinasi kebijakan pengendalian inflasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.

    “Ini merupakan langkah kebijakan arahan Bapak Presiden agar inflasi tetap terjaga. Khususnya di dua bulan terakhir 2023,” katanya.

    Al Muktabar juga menyampaikan apresiasi atas kinerja yang diraih jajaran TPID Provinsi Banten sehingga mampu menekan inflasi dengan sangat baik.

    “Ini tidak terlepas dari kerjasama seluruh perangkat daerah melalui TPID,” ujarnya.

    Ia pun mengapresiasi seluruh kepala daerah dan jajaran, atas upaya yang dilakukan dalam meningkatkan Indeks Elektronifikasi Transaksi di wilayah Banten yang diketahui secara rata-rata mencapai 94,9% pada Semester 1 2023, dan seluruhnya telah berada di level digital.

    “Saya mengapresiasi seluruh kepala daerah dan jajarannya atas upaya yang telah dilakukan,” ucapnya.

    Sementara Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Imaduddin Sahabat, menyarankan untuk mendorong peningkatan volume transaksi melalui operasi pasar murah, mendorong transaksi pembayaran digital dalam operasi pasar murah, hingga perluasan kerjasama antar daerah untuk mengatasi defisit neraca pangan.

    Menurut ia, digitalisasi keuangan dapat mendorong peningkatan transaksi, sehingga perlu dilakukan edukasi keuangan digital kepada masyarakat di antaranya dengan menggalakkan ASN Go Digital taat pajak dengan memanfaatkan kanal pembayaran QRIS.

    Selain itu, lanjut ia, yakni dengan memperkuat enforcement kepada masyarakat agar pembayaran pajak dan retribusi digital dapat diimplementasikan secara luas. (ris/red)