Warga Pinang Diajak Melestarikan Budaya

    Tradisi palang pintu yang ikut diperlombakan pada ajang lomba kampung pemuda Kecamatan Pinang.

    PINANG- Warga Pinang diajak melestarikan budaya nenek moyang. Jajaran Kecamatan Pinang, mengajak warganya mengikuti lomba kampung pemuda. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat khususnya para pemuda, tidak kehilangan jati dirinya.

    Beragam lomba di tingkat kelurahan pun digelar. Seperti lomba orasi kepemudaan, Pinang talen dan stand-up komedi. Sedangkan mural, karnaval dan palang pintu, meramaikan lomba kampung pemuda di tinggat kecamatan. Sedangkan dua lomba yang sebelumnya digelar ditingkat kelurahan, dipertandingkan kembali di tingkat kecamatan.

    Masing-masing lomba orasi kepemudaan dan Pinang talen. “Kami libat seluruh unsur masyarakat untuk mengikuti lomba. Mulai dari karang taruna, KNPI, pramuka dan padepokan silat,” kata Camat Pinang Agun Djumhendi Junus, Sabtu (4/11).

    Camat Pinang Agun Djumhendi Junus

    Selain mengenang Hari Sumpah Pemuda yang diperingati tiap 28 Oktober tambah Agun, lomba kampung pemuda dimaksudkan agar pemuda tidak melupakan adat budaya dan kebiasaan orangtua dulu.

    “Ini merupakan bentuk kegiatan positif yang bisa dilakukan pemuda. Harapan kami, sama seperti harapan para penduhulu. Yaitu agar para pemuda meneruskan cita-cita dan perjuangan bangsa Indonesia,” ungkap Agun.

    Kalau para pemuda sekarang tidak ikut berjuang melawan penjajah, setidaknya para pemuda bisa mengisinya dengan pembangunan. Juga mengadakan kegiatan positif bagi lingkungan.

    “Kami ingatkan kepada para pemuda, agar jangan lupa untuk bermasyarakat. Sebab manusia yang bersosialisasi, memiliki daya tahan yang kuat. Insya Allah dengan kebiasaan bermasyarakat, akan melahirkan generasi yang kuat,” papar Agun.

    Untuk diketahui. Acara puncak kampung pemuda Kecamatan Pinang digelar, Sabtu (4/11), di Jalan Pinang – Kunciran, Kelurahan Kunciran Indahh. Dua minggu sebelumnya, 11 kelurahan di wilayah Kecamatan Pinang menggelar kegiatan serupa.

    Total peserta yang mengikuti lomba mencapai ratusan orang. Perlombaan dibagi dalam kategori perorangan dan kelompok. Tiap pemenang mendapatkan tropi. Sedangkan unyuk juara I, II dan III perorangan, panitia memberi hadiah masing-masing Rp500 ribu, Rp300 ribu dan Rp200 ribu.

    Sedangkan juara I, II dan III kelompok, berhak atas uang pembinaan masing-masing Rp1,5 juta, Rp1 jua dan Rp800 ribu. “Kami akan terus melakukan pembinaan. Untuk menggali dan mengembangkan potensi para pemuda serta melestarikan budaya pendahulu,” tandas Agun. (ads)