
TANGSEL (BT) – Setelah dua tahun fokus pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan telah tercapai, prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada 2020 akan menyasar ke bidang pertanian.
“Fokus pembangunan Pemprov Banten 2020 ke bidang pertanian,” ucap Gubernur Banten Wahidin Halim, saat menggelar Festival Durian Banten 2020 di The Flavor Bliss, Alam Sutera Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam acara yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, serta disaksikan ribuan masyarakat, Gubernur yang akrab disapa WH ini menyampaikan bahwa Provinsi Banten memiliki lahan pertanian yang sangat cocok untuk menanam durian.
“Banten akan menanam 500 hingga 700 hektar. Karena kebutuhan durian sudah global, termasuk negara-negara maju. Banten sangat cocok untuk tanam durian,” ujarnya.
Ia menerangkan, pengembangan kopi sudah dilakukan pada enam bulan lalu dengan branding Kopi WH. “Manggis yang sudah kita ekspor kita kembangkan dengan sistem okulasi, gula aren ekspor ke Korea, emping melinjo dan kulitnya ekspor sampai Rusia,” katanya.
Ia menjelaskan, kelapa muda untuk kebutuhan per hari 2500 didatangkan dari Pandeglang. Ia juga akan mengembangkan pertanian porang. Jengkol menurutnya, sebagai penyumbang inflasi Banten.
“Kita kerjasamakan dengan kementerian untuk branding produk pertanian Banten,” jelasnya. “Pokoknya ke depan Banten tidak mau kalah. Banten akan mengembangkan banyak tanaman. Banten ke depan penghasil durian Indonesia,” imbuhnya.
Sementara Menkop UKM Teten Masduki dalam sambutannya mengaku sudah lama mengenal wilayah Banten sebagai penghasil durian.
“Bicara durian kita produsen terbesar dunia, 800 ton. Tapi kita masih impor. Permintaan durian dari Tiongkok luar biasa. Banyak orang kaya di Tiongkok,” kata Menkop.
Menurut ia, Indonesia negara yang sudah punya struktur untuk memperkuat bidang pertanian. Sementara produk ekspor yang diminta dunia adalah produk-produk berbasis kelautan dan pertanian.
Teten menjelaskan, salah satu kelemahannya adalah belum ada standarnya. Jenis durian yang dikembangkan untuk ekspor perlu standarisasi ukuran dan rasanya. Selain durian, kopi juga memiliki permintaan yang cukup tinggi.
“Kopi kebutuhannya juga tinggi. Tren ke depan butuh kopi dari dataran rendah, kopi robusta. Karena untuk pengembangan kopi arabika perlu daerah tinggi. Karena daerah konservasi sehingga sulit dikembangkan,” terangnya.
Oleh karenanya, ia akan mendorong pembangunan perkebunan di Banten dengan alasan infrastruktur jalan di Banten sudah bagus.
“Saya siap bantu Pak Gubernur untuk jadikan Banten sebagai lumbung pangan nasional. Jadikan Banten sebagai sentra buah,” tuturnya.
“Festival durian merangsang transaksi dan para peneliti untuk meneliti dan mengembangkan durian,” tegasnya. (Ris/Hmi)

















