TANGERANG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar pemerintah daerah melakukan pembinaan secara mental terhadap para pelajar atau anak-anak yang terlibat prostitusi.
Hal itu disampaikan Komisioner KPAI bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah, menyusul penangkapan PSK di bawah umur yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang.
“Seharusnya pelajar itu mendapat pembinaan secara mental sebelum kembali ke masyarakat,” ujar Ai, Minggu (18/10/2020).
Diketahui sebelumnya, Satpol PP Kota Tangerang mendapati seorang siswi asal Kota Tangerang Selatan yang menjadi PSK dalam operasinya pada Minggu (4/10/2020) di wilayah Ciledug Kota Tangerang. Setelah melakukan penangkapan, Satpol PP pun mengembalikan siswi tersebut kepada orang tuanya tanpa melakukan pembinaan mental.
Meski begitu, Ai mengaku sangat mengapresiasi soal penangkapan pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur yang telah dilakukan Satpol PP Kota Tangerang.
Namun, ia menyarankan agar Satpol PP melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).
“Yang ingin kami pertanyakan kenapa tidak ada tindaklanjut seperti pembinaan secara mental dan rehabilitasi. Karena biasanya terjadi disfungsi,” tukasnya.
Berdasarkan kajian, lanjut Ai, terjadi peningkatan eksploitasi anak secara seksual atau prostitusi anak selama pandemi Covid-19. Menurut Ai, banyak faktor yang mendorong hal tersebut. Salah satunya ialah meningkatnya permintaan.
“Di mana banyak sekali kelompok-kelompok atau sindikat yang sengaja merekrut, membujuk rayu anak-anak, remaja. Karena memang dia yang dicari oleh hidung belang,” terangnya.
Selain itu, tambah Ai, anak yang masih memiliki pola pikir labil tersebut pun gampang terbujuk. Terlebih saat ini, para pelajar tengah menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang tidak tahu kapan berakhir.
“Itu mendorong mereka ikut-ikutan teman atau dalam tanda kutip have fun kemudian dijebak dalam situasi sulit. Ini yang menurut saya tidak boleh lewat dari rehabilitasi, koordinasi penanganan setelah didapatkan dari kamtibmas ini,” jelasnya.
Dia juga meminta agar kepolisian segera mengambil langkah tegas dan mengusut tuntas temuan tersebut. Dengan begitu, akan terbongkar apakah terdapat sindikat atau kelompok yang bergerak dibalik layar.
“Kita saat ini sedang koordinasi ditingkat KPAI, setelah itu akan koordinasi langsung ke Pemerintah Kota tangerang,” tandasnya. (Hmi)


















