Pemkot Tangerang Gelar Uji Kompetensi Penggiat Kampung Tematik

    Para penggiat kampung tematik tampak sedang mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Pemkot Tangerang.

    TANGERANG – Dalam upaya meningkatkan kompetensi para penggiat kampung tematik di Kota Tangerang, Pemkot Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menggelar uji kompetensi hortikultura.

    Kegiatan diikuti oleh 33 penggiat kampung tematik se-Kota Tangerang. Meski pandemi Covid-19 memaksa sejumlah taman bertema kampung  diharuskan ditutup (lockdown), namun semangat para pegiat untuk membangun kampung tematik tetap menggebu.

    “Di Kota Tangerang, para pegiat terus semangat membangun sejumlah kampung agar semakin  berdaya guna. Agar tujuan itu dapat tercapai optimal, maka para pegiat diikutkan ujian kompetensi bersama BNSP,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi, Minggu (8/11), di Club House Asia Cluster, Green Lake, Kecamatan Cipondoh.

    Sedangkan Guru Besar Lingkungan, Bambang Irianto mengungkapkan, peserta mengikuti beberapa ujian praktik dan tulis dibidang pertanian. Mulai dari buah-buahan, sayuran hingga tanaman hias seperti bunga.

    “Pada hari pertama, ujian praktik digelar di kampung ATM. Disusul ujian kedua yaitu ujian tertulis. Nantinya mereka yang bisa melewati semua mata ujian akan mendapat sertifikasi profesi pertamanan dari BNSP tingkat nasional,” jelas Bambang.

    Ia menuturkan, melalui uji kompetensi ini, para penggiat kampung tematik di Kota Tangerang ini akan mendapatkan pengakuan publik melalui sertifikat. Nantinya, dapat digunakan untuk pengembangan diri dengan membangun kampung-kampung tematiknya.

    “Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan dapat turut membantu menjual produk-produk atau hasil olahan kampung tematiknya secara nasional dengan pengakuan yang jelas dari BNSP,” jelas Bambang.

    Sementara itu Deputi Pemberdayaan Kemenko PMK, Marwan Syaukani mengungkapkan, kegiatan ini merupakan sejarah baru di Indonesia. Pasalnya, uji kompetensi seperti ini biasanya dilakukan untuk para petani di perusahaan-perusahaan besar.

    “Namun kali ini ujian kompetensi digelar untuk warga biasa atau penggiat kampung tematik. Semoga ini menjadi awal pengembangan kampung-kampung di Indonesia, khususnya di Kota Tangerang serta dapat menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia,” harapnya. (*/hms)