Dinkes Kota Tangerang Temukan 21 Takjil Berbahan Kimia

    FOTO: Dinkes Kota Tangerang saat melakukan cek kualitas jajanan

    TANGERANG – Sebanyak 21 sampel berbahan kimia atau bakteri berbahaya ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dari 401 sampel makanan dan minuman (Mamin) saat melakukan pengecekan di 13 kecamatan secara serentak.

    Sebanyak 401 sampel mamin yang dijual di berbagai pusat keramaian penjual takjil, dilakukan screening cepat untuk diketahui ada tidaknya kandungan kimia dan bakteri berbahaya.

    Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr.Harmayani mengungkapkan, setiap kecamatan diambil 25 hingga 40 sampel, yang dilakukan oleh petugas Puskesmas melalui pendampingan kecamatan dan kelurahan setempat.

    Sampel yang diambil mulai dari soto mie, tahu, batagor, gendar, siomay, bakso, pacar cina, kwetiau, lumpia dan berbagai jenis takjil lainnya.

    “Pengambilan sampel kita fokuskan pada titik-titik keramaian jajanan takjil di Kota Tangerang. Hal ini kita lakukan, sebagai tanggung jawab Pemkot melalui Dinkes untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pangan yang beredar di Kota Tangerang,” katanya.

    Menurut ia, hasil dari pengecekan kualitas mamin dari 401 sampel, ditemukan 21 sampel di antaranya mengandung kandungan kimia atau bakteri berbahaya.

    “Untuk jenis sampel yang ditemukan adanya kandungan berbahaya, didominasi jenis takjil berbagai tahu. Selain itu, juga ditemukan pada kikil, siomay, ceker, seblak, krupuk pasir, pacar cina, arum manis hingga lumpia,” jelasnya.

    Selanjutnya, kata dr Harmayani 21 sampel tersebut akan didalami kandungan kimia dan bakterinya di UPT Labkesda Kota Tangerang. Dinkes pun akan melakukan tindak lanjut persuasif, berupa pembinaan dan edukasi kepada para pedagang yang bersangkutan.

    “Pada pembinaan atau proses edukasi, Dinkes akan memberitahu bahaya terparah akan kandungan kimia yang mereka pakai. Selain itu, Dinkes juga akan memberikan pemaparan jenis-jenis bahan pengganti yang aman atau layak untuk dimakan konsumen,” katanya.

    Diketahui, pengecekan kualitas makanan akan dilakukan secara rutin oleh Dinkes Kota Tangerang per tiga hingga enam bulan sekali. Hal itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pembaharuan data pangan yang beredar di Kota Tangerang. (Hmi)