Diseleksi, WH Minta Petugas Haji Disiplin

    FOTO: Gubernur Banten Wahidin Halim usai membuka kegiatan seleksi PHD Provinsi Banten (dok.kom)

    BANTEN – Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Banten tengah diseleksi. Gubernur Banten Wahidin Halim berpesan agar panitia tidak melaksanakan seleksi layaknya ujian di sekolah. Hal itu dikatakannya saat membuka kegiatan seleksi PHD Provinsi Banten 2020, di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten.

    “Ibadah haji, sholat dan lainnya harus dengan disiplin. Ibadah apapun, semangatnya disiplin,” ucap WH. “Oleh karena itu, disiplin menjadi penting,” katanya menambahkan.

    Pada kesempatan itu, dirinya meminta panitia seleksi lebih memperhatikan kemauan peserta untuk membantu para jamaah haji yang dibimbingnya. Ia juga menilai rasio perbandingan antara pembimbing dan jamaah haji yang dibimbing belum ideal.

    Sementara untuk para peserta seleksi, Gubernur juga berpesan agar senantiasa ikhlas dalam membimbing para jamaah haji. Mempunyai hati mulia untuk menjadi pembimbing.

    “Kita akan berkirim surat untuk mengajukan penambahan kuota jamaah haji asal Banten,” ujarnya.

    Menurutnya, warga Banten saat ini sudah masuk dalam kategori kelas menengah. Hal itu turut ditunjukkan dengan rendahnya tingkat kemiskinan. Untuk itu dirinya akan menuntaskan semua pembangunan untuk aktivitas keagamaan.

    “Kita lanjutkan tradisi para ulama. Kita sekarang menuntaskan pembangunan kawasan Kesultanan Banten. Membangun aula di atas lahan 4,5 hektar. Semua aktivitas keagamaan kita pusatkan di sana,” jelasnya.

    Kata dia, kawasan Kesultanan Banten merupakan ikon Provinsi Banten. Para peziarah Wali Songo pun belum merasa tuntas jikalau belum berziarah ke para wali dan Sultan Banten.

    “Makanya, para peziarah saya fasilitasi dengan beberapa perbaikan. Insyaallah menjadi ikon, bahwa Banten siap dengan segalanya. Kita kembangkan juga peziarahan Syech Asnawi Caringin. Jalannya kita lebarkan. Sehingga dari Pintu Tol Serang Timur bisa langsung ke Caringin,” paparnya.

    Dalam kesempatan itu ia juga bercerita tentang Banten pada masa lalu yang menurutnya luar biasa. “Orang Banten harus bangga. Tidak hanya pada peran Syeh Nawawi tapi juga peran Kesultanan Banten yang di masanya merupakan kerajaan besar di Nusantara,” katanya.

    Di samping itu, ia juga menyampaikan program pembangunan lainnya seperti program sekolah gratis dan pembangunan gedung sekolah, program PBI untuk BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu, hingga bantuan untuk pondok pesantren.

    “Kalau administrasi pesantren benar, anggaran bantuan saya tambah. Anggaran kita cukup. Cuma anggaran ada akuntabilitasnya, administrasinya dan pertanggungjawabannya. Kalau anggaran kita pergunakan untuk menolong orang, ada saja rejeki. Buktinya anggaran kita meningkat terus,” bebernya.

    “Doakan, semoga Banten menjadi baldatun thoyyibatun warabbun ghoffur. Amiin,” tutupnya.

    Sementara itu, berdasarkan data Biro Kesra Setda Provinsi Banten, jumlah Petugas Haji Daerah Provinsi Banten Tahun 2020 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 121 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kuota Haji Indonesia Tahun 1441 H /2020 M sebanyak 73 Petugas Haji Daerah/TPHD.

    Petugas Haji Daerah/TPHD bertugas membantu Petugas Kloter yang terdiri dari rekrutmen Kementerian Agama RI yakni Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Serta rekrutmen Kementerian Kesehatan untuk Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

    Untuk Petugas Haji 2020 Provinsi Banten total 197 orang. Terdiri dari TPHD sebanyak 73 orang, TPHI sebanyak 25 orang, TPIHI sebanyak 24 orang, dan TKHI sebanyak 75 orang. Sedangkan jamaah haji Banten berdasarkan keputusan Menteri Agama No 121 Th 2020 tentang penetapan kuota haji Indonesia Th 1441 H/2020, sebanyak 9.461 jamaah haji, termasuk TPHD di dalamnya. Rasio petugas haji terhadap jamaah haji di Provinsi Banten saat ini mencapai 47,6 % dari 9.388 jamah haji dibagi 197 petugas haji. (Hmi)