DPRD Soroti Pelaksanaan PPDB Zonasi di Kota Tangerang

    FOTO: Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Saeroji saat diwawancara usai hearing bersama Dinas Pendidikan Kota Tangerang

    TANGERANG – Penerapan sistem zonasi pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Tangerang menjadi sorotan. Pasalnya, masih banyak warga di sekitar sekolah yang diketahui menjadi korban zonasi.

    Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Saeroji menyebut, carut marutnya penetapan lingkup zonasi karena ketidakmampuan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Tangerang untuk menetapkan zonasi dengan sistem google maps.

    Sehingga, sambung politisi PKS ini, penetapan zonasi hanya ditetapkan berdasarkan RT dan RW di sekitar sekolah.

    “Zonasi itu sistemnya pakai google maps, pelaksanaan teknis google maps itu kan Kominfo, tapi Kominfo ga sanggup seperti itu. Makanya pakai sistem RW dan lain sebagainya,” kata Saeroji, saat diwawancara seusai hearing bersama Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Rabu (8/7/2020).

    Dengan pemetaan menggunakan google maps, lanjut Saeroji, lingkup RW yang masuk ke dalam zonasi seharusnya menjadi lebih banyak. Artinya, warga lingkungan sekolah yang berbeda RW namun berdekatan pun dapat terakomodir.

    “Daerah lain kan sudah pakai google maps. Saya tanya Tangerang Selatan (Tangsel) sudah googel maps. Kalau pakai google maps kan jelas,” ujarnya.

    Menurut ia, selain masalah penetapan zonasi yang tidak maksimal, terdapat beberapa permasalahan lainnya yang harus dievaluasi. “Mulai dari minimnya sosialisasi kepada warga sekitar hingga lemahnya pengecekan terhadap berkas syarat administrasi,” jelasnya.

    Saeroji mengaku pihaknya menerima laporan terkait ada orang tua siswa yang diduga memalsukan surat pindah kerja orang tua. “Karena informasi yang didapatkan surat perpindahan itu PT-nya fiktif,” imbuhnya.

    Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia mengeklaim sistem yang diterapkan saat ini sudah sangat baik. Menurut ia, sudah terdapat beberapa wilayah yang menerapkan zonasi berdasarkan google maps.

    “Kita sudah melakukan, zonasi sudah ada, berdasarkan peta wilayah juga sudah ada. Jadi kota sudah komperhensif. Sistemnya sudah bagus,” tukasnya. (Hmi)