Festival Budaya Kota Tangerang 2025 Dibanjiri Puluhan Ribu Pengunjung

    Wali Kota Tangerang, H Sachrudin (dua kiri), menyerahkan donasi hasil penggalangan dana pegawai di lingkungan Pemkot Tangerang, untuk korban bencana banjir bandang di Sumatera dan Aceh, pada acara pembukaan Festival Budaya Kota Tangerang 2025, Jumat (05/12).

    TANGERANG – Festival Budaya Kota Tangerang 2025 sukses menyita perhatian puluhan ribu pengunjung. Perhelatan tahunan yang dibuka pada, Jumat (15/12), di Lapangan Parkir Mall Metropolis, Modernland, Tangerang, dengan mengusung tema Benteng Culture Festival. Acara ini berlangsung mulai 5 hingga 7 Desember 2025.

    Ribuan pegiat seni budaya dan masyarakat tumpah ruah memadati pembukaan acara. Wali Kota Tangerang, H Sachrudin dalam sambutannya menegaskan, bahwa festival ini bukan sekadar perayaan seni, tapi juga wujud nyata komitmen bersama dalam merawat warisan budaya yang paling berharga: budaya gotong royong.

    “Melalui festival ini, kita menjaga agar nilai kebersamaan, saling membantu, dan kepedulian sosial. Sikap yang diwariskan leluhur ini telah menjadi identitas masyarakat kita di tengah kehidupan modern namun tetap relevan,” ungkap Sachrudin, Jumat (05/12).

    Baca Juga: Logistik Hingga Personel Dinsos Kota Tangerang Siap Siaga 24 Jam

    Menurutnya, ini menjadi kekuatan Kota Tangerang sebagai kota heterogen yang tumbuh dengan nilai solidaritas warganya. Sejalan dengan nilai gotong royong tersebut, Sachrudin menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh.

    Pemerintah Kota Tangerang telah menggalang dana kemanusiaan dan berhasil menghimpun Rp477 juta untuk membantu para korban. “Pada rangkaian festival ini kami juga membuka posko pengumpulan donasi sehingga seluruh pengunjung dapat turut berpartisipasi menyampaikan kepeduliannya,” imbuhnya.

    Semangat Solidaritas Kemanusiaan

    Semarak pembukaan Festival Budaya Kota Tangerang 2025.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, turut mengapresiasi semangat solidaritas kemanusiaan serta upaya pelestarian budaya yang terus berkembang dan menjadi wadah kolaborasi serta inovasi di Kota Tangerang. 

    “Selamat menikmati sajian seni dan budaya di Kota Tangerang. Kita patut bangga akan warisan budaya yang selalu mengharumkan nama Kota Tangerang di kancah nasional maupun internasional,” ujar Maryono.

    Festival Budaya tahun ini tidak hanya menampilkan ragam seni budaya khas Kota Tangerang, tetapi juga menghadirkan kesenian dari daerah lain seperti Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, serta Ponorogo. Kemeriahan pembukaan semakin lengkap dengan penampilan musisi nasional D’Masiv.

    Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini berhasil menarik 24.150 pengunjung yang disuguhkan beragam atraksi seni dan budaya khas Kota Tangerang, serta penampilan band-band ternama, termasuk band papan atas Indonesia, D’Masiv.

    Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, pada penutupan rangkaian acara menegaskan, bahwa Benteng Culture Festival bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga wujud cinta dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.

    Ajang Perayaan Nilai-nilai Kemanusiaan

    Wakil Wali Kota Tangerang, Maryomo Hasan (liti), menyerahkan hadiah kepada pemenang pertama lomba fashion.

    “Benteng Culture Festival juga menjadi ajang perayaan nilai-nilai kemanusiaan. Tempat kita merayakan kebersamaan, gotong royong, keragaman, dan semangat saling menghargai sebagai satu bangsa,” jelas Maryono, Minggu (07/12).

    Dikatakan, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk terus memajukan khazanah serta kebudayaan daerah. “Upaya ini penting untuk memperkuat ketahanan budaya sekaligus memberi kontribusi pada perkembangan budaya Indonesia di tengah peradaban dunia. Nilai gotong royong dan solidaritas adalah ruh yang selalu kita jaga,” kata Maryono.

    Atas suksesnya penyelenggaraan festival budaya terbesar di Kota Tangerang tersebut, Maryono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Diantaranya panitia, seniman, budayawan, sponsor, masyarakat, serta semua elemen pendukung.

    “Semoga setelah acara ini usai, semangat pelestarian budaya tetap hidup di tengah masyarakat, memperkuat kebanggaan terhadap jati diri Kota Tangerang, dan menginspirasi lebih banyak kegiatan positif di masa mendatang,” tutupnya.

    Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, dalam laporannya menyampaikan, festival ini tidak hanya menjadi panggung silaturahmi pelaku seni budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi para UMKM.

    “Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival Budaya Kota Tangerang menghasilkan transaksi UMKM sebesar Rp 287.500.000. Selain itu, para pedagang, pelaku usaha, serta tenant di sekitar dan dalam area Metropolis Town Square juga mencatat peningkatan omzet hingga 30–50% dibandingkan hari biasa,” jelas Boyke. (***)