Geruduk Kantor WIKA, Korban Gusuran Mengaku Kerap Dibenturin dengan Polisi

    FOTO: Para peserta aksi saat cekcok dengan aparat kepolisian

    TANGERANG – Perseteruan warga korban gusuran di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, dengan pihak PT Wijaya Karya (WIKA) belum usai. Hingga kini, pihak warga masih menuntut hak-hak nya yang belum terpenuhi.

    Pada Jumat (19/3/2021) sore, puluhan warga didampingi para aktivis dan mahasiswa geruduk kantor WIKA di kawasan Banjar Wijaya Kota Tangerang. Alih-alih menyampaikan aspirasi, pihak warga malah kembali dibenturkan aparat polisi.

    Pantauan beritatangerang.id, sejumlah petugas nampak berjaga di pintu pagar kantor WIKA. Sedangkan para peserta aksi memadati area sekitarnya. Namun tak nampak seorang pun perwakilan dari PT WIKA yang coba menjawab persoalan.

    Akibatnya, situasi pun mulai memanas. Para peserta aksi yang didominasi kaum emak-emak dan anak-anak melepaskan amarahnya dengan menjebol barisan petugas dan pagar besi kantor WIKA. Tak hanya itu, warga juga melampiaskannya dengan melempar telor busuk ke dinding-dinding gedung bertingkat itu.

    Aas, Neli, dan Kiki, mengaku kecewa lantaran tak kunjung mendapat kepastian dari anak perusahaan BUMN tersebut. Ketiga emak-emak ini pun mengaku kecewa kepada petugas yang dinilainya tidak pro rakyat.

    “Kami tidak ingin kaya pak, kami cuma ingin punya rumah lagi. Tapi kami terus dibenturin dengan polisi dan preman,” kata Aas. (Hmi)