HUT-Kota-Tangerang-PKB.jpg

    Klaim Asuransi Kecelakaan, Pengguna Jalan Raya Wajib Tahu Ini

    Kanit Turjawali Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Subari.

    TANGERANG – Bagi para pengguna jalan raya atau pengendara kendaraan, harus mengetahui apa harus  dilakukan saat terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

    Hal itu bertujuan untuk meminimalisir kerugian materi korban lakalantas, karena harus membiayai sendiri biaya rumah sakit. Terkadang masyarakat awam merasa kebingungan, apabila dirinya atau keluarga mengalami kecelakaan lalu lintas.  

    Padahal apabila paham, sebenarnya biaya pengobatan yang dikeluarkan untuk membayar rumah sakit bisa dicover oleh Jasa Raharja atau BPJS Kesehatan bila korban menjadi peserta asuransi yang dikelola negara ini.

    Ketidaktahuan tersebut membuat masyarakat harus merogoh kocek pribadi untuk membiayai tindakan medis.

    Pasalnya, korban enggan melaporkan perihal kecelakaan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Namun ketika terbentur biaya pengobatan yang mahal, biasanya korban atau keluarga korban baru mau datang ke polres setempat untuk melapor.

    Pihak rumah sakit dipastikan bakal menanyakan surat keterangan atau berita acara pemeriksaan (BAP) dari kepolisian apabila menginginkan biaya pengobatan ditanggung pihak asuransi (Jasa Raharja-red).  

    Padahal, pihak rumah sakit hanya memberi tenggat waktu 3 hari kerja bagi keluarga korban untuk melengkapi adminitrasi. Salah satunya surat keterangan dari kepolisian.

    Apabila syarat tersebut tidak dipenuhi, maka hampir dipastikan korban bakal menanggung biaya pengobatan yang nilai nominalnya tidak sedikit. Bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

    Kepala Unit Turjawali Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Subari menerangkan, supaya masyarakat korban lakalantas segera melaporkan musibah yang dialaminya ke satlantas polres setempat.  

    “Sekecil apapun kasus kecelakaan itu, usahakan untuk melapor. Sebab kita tidak tahu apa yang selanjutnya bakal terjadi,” tutur Subari.

    Sebab bisa saja luka yang awalnya dianggap ringan, namun setelah sampai di rumah ternyata baru diketahui bila lukanya cukup parah dan perlu segera dilakukan tindakan medis.

    Bagi sebagian masyarakat mampu, nominal jutaan atau puluhan untuk biaya pengobatan mungkin tidak terlalu memberatkan. Namun bagi masyarakat tidak mampu, angka tersebut menjadi momok yang sangat menakutkan.

    “Jadi jangan takut untuk melaporkan musibah di jalan raya ke unit satlantas polres setempat. Polisi tidak akan berbelit-belit apalagi mempersulit warga yang mengalami musibah,” tutur Subari.

    Pelaporan dimaksudkan untuk dilakukan pendalaman dan pemeriksaan terkait kejadian lakalantas. Kemudian berita acara dari kepolisan, bisa dilanjutkan untuk mengurus asuransi guna membiayai korban.

    “Karena syarat utama asuransi kecelakaan dimana pun, harus ada berita acara dari masyarakat ke pihak kepolisan. Dan hanya di polres pada kesatuan lalu lintas, yang bisa mengeluarkan surat atau rekomendasi untuk diteruskan ke Jasa Raharja atau asuransi lainnya,” papar Subari.

    “Jadi jangan sampai ketika menemui kesulitan saat klaim asuransi, baru mendatangi polisi untuk membuat laporan. Kami tidak membatasi masyarakat untuk melapor kapan pun. Namun akan lebih baik lagi, begitu kejadian langsung melapor,” tandas Subari. (tam)