
TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemkot Tangerang menurunkan tim psikolog ke sekolah-sekolah, guna melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Kali ini, sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak digelar di SMP IT Al Mustofa, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, dengan mendatangkan psikolog dari Puspaga Kota Tangerang, Rabu (14/05).
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian menGatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis Pemkot Tangerang untuk menekan angka kekerasan di lingkungan pendidikan. Juga meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan tenaga kependidikan akan pentingnya kesehatan mental dan perlindungan anak.
“Melibatkan psikolog dalam kegiatan sosialisasi, ini adalah langkah konkret untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keberanian dalam menghadapi serta melaporkan kekerasan yang mungkin terjadi di sekolah,” ungkap Tihar.
Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru dan orang tua. Dalam sejumlah sesi yang berlangsung interaktif, psikolog memberikan edukasi seputar bentuk-bentuk kekerasan, cara mengenali tanda-tanda kekerasan pada anak, serta strategi pencegahan yang bisa diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Dalam kesempatan ini, psikolog Puspaga Kota Tangerang menyediakan ruangan dan waktu untuk membuka layanan konseling singkat bagi siswa yang ingin berbicara langsung mengenai masalah yang dihadapi. Yakni sebagai bentuk dukungan awal terhadap kesehatan mental anak-anak di sekolah,” papar Tihar.
“Selanjutnya, jika dibutuhkan penanganan konseling lanjutan, maka akan diarahkan ke Puspaga Kota Tangerang di Gedung Cisadane. Semua gratis untuk siswa, orang tua, atau keluarga di Kota Tangerang,” terang Tihar.
Dikatakan, program ini akan terus diperluas ke seluruh sekolah di Kota Tangerang secara bertahap.
Pihaknya ingin memastikan setiap anak di Kota Tangerang dapat tumbuh di lingkungan yang mendukung, aman, dan penuh kasih. “Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, bukan menakutkan,” tutup Tihar. (rls/tam)

















