Pemprov Banten Dukung Percepatan Pembangunan SPPG

    Kepala BGN, Dadan Hindayana (kiri), bersama Gubernur Banten, Andra Soni, pada rapat koordinasi dukungan penyediaan tanah untuk pembangunan SPPG.

    BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Banten, mendukung percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten/ kota. 

    Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni, usai rapat koordinasi dukungan penyediaan tanah untuk pembangunan SPPG bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan seluruh kepala daerah kabupaten/ kota se-Provinsi Banten di Aula Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Banten, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Senin (12/05).

    “Rakor ini menindaklanjuti upaya percepatan pembangunan SPPG di Banten. Kami berkoordinasi dengan seluruh kepala daerah, guna menindaklanjuti SE Mendagri terkait peran pemerintah daerah dalam penyediaan lahan untuk SPPG,” ujar Andra.

    Dalam rakor tersebut, juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara BGN dengan Pemerintah Provinsi Banten tentang sinergi dan kerjasama dalam kegiatan Program MBG, serta penandatangan perjanjian pinjam pakai antara Pemda Provinsi Banten dengan BGN tentang pemanfaatan tanah milik pemda.

    “Alhamdulillah, hari ini kami telah menandatangani MoU bersama kepala BGN. Ditargetkan ada 24 SPPG yang akan dibangun menggunakan APBN di atas lahan yang disediakan oleh pemda,” ungkap Andra.

    Ia menambahkan, pihaknya telah menawarkan sejumlah aset lahan kepada BGN untuk dapat dijadikan sebagai lokasi pembangunan SPPG. “Termasuk kami sampaikan, memiliki 33 SMK Tata Boga. Itu juga bisa dimanfaatkan sebagai dapur untuk SPPG,” imbuh ANdra.

    Dikatakan, nantinya aset lahan yang telah diusulkan akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan SPPG. “Nanti lahan akan dilakukan verifikasi oleh BGN. Prinsipnya semua daerah telah menyampaikan kesanggupannya dan kita akan terus bekerjasama untuk mewujudkan itu,” jelas Andra.

    Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada gubernur Banten beserta seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Banten, yang responsif dan proaktif mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

    “Di Banten ini termasuk yang besar. Target kami itu harus melayani 2,9 juta siswa. Belum termasuk ibu hamil dan menyusui. Sehingga dibutuhkan kurang lebih 1388 SPPG,” terang Dadan.

    Menurutnya, di wilayah Provinsi Banten baru terdapat 35 SPPG. Sehingga masih membutuhkan upaya kolaborasi yang lebih masif.

    “Namun dengan semangat dari pak gubernur dan seluruh kepala daerah yang dengan proaktif menyiapkan lahan dan juga mungkin nanti ada kontribusi-kontribusi koordinatif terkait dengan mitra-mitra, saya kira Banten akan cepat memenuhi target,” tutur Dadan.

    Ia berharap hingga akhir tahun ini, seluruh penerima manfaat Program MBG dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Kalau saya lihat semua (Kepala Daerah se-Provinsi Banten, res) proaktif dan sangat mendukung. Saya optimis di Banten akan cepat terealisasi,” tukas Dadan.

    Untuk diketahui, SPPG merupakan unit pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kemudian dalam rakor tersebut para kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Banten, menyampaikan dan mengusulkan minimal tiga lokasi rencana pembangunan SPPG di masing-masing daerah. (*/dir)