PKS Apresiasi Surat Balasan Wali Kota Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

    FOTO: Sejumlah politisi PKS Kota Tangerang saat konferensi pers

    TANGERANG – PKS Kota Tangerang mengapresiasi respon positif Wali Kota Tangerang atas surat resmi yang dilayangkan pihaknya terkait penanganan pandemi Covid-19.

    Adapun poin yang disampaikan dalam surat tersebut didasari aspirasi yang diterima PKS Kota Tangerang atas apa yang dirasakan masyarakat terutama saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 terakhir di bulan Juni – Juli 2021.

    “Terkait belum diterimanya surat balasan dari Pemkot, maka PKS Kota Tangerang memandang perlu memberi tanggapan terhadap respon dari Wali Kota Tangerang Bapak Arief Wismansyah,” ujar Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo melalui keterangan tertulis, pada Selasa (3/8/2021).

    Kata Arief, meski BOR di RS Rujukan dan RIT di Kota Tangerang mengalami penurunan, pihaknya berharap Pemkot Tangerang terus berupaya maksimal agar warga yang terkonfirmasi Covid dapat ditangani di RIT dan RS Rujukan.

    “Hal ini perlu dilakukan agar pasien dapat termonitor dengan lebih baik dibandingkan dengan isolasi mandiri, serta mengurangi resiko pemburukan dan penularan di dalam rumah akibat daya dukung isolasi mandiri yang kurang memadai,” jelasnya.

    Terkait hal itu, PKS Kota Tangerang juga berharap Dinkes Kota Tangerang mengimbau kepada masyarakat yang terdampak Covid untuk dapat memanfaatkan fasilitas RIT dan RS Rujukan dapat menjadi sebuah kebijakan umum.

    “Kebijakan ini utamanya untuk pasien Covid yang berdasarkan screening kelayakan fasilitas isolasi mandiri di rumah,” katanya.

    Hal ini mengacu kepada protokol isolasi mandiri yang dinilai tidak cukup layak, sehingga dapat meminimalisir resiko peningkatan kluster keluarga akibat isolasi mandiri.

    “Dalam jangka pendek, selain terus mengkampanyekan dan mengawal pelaksanaan 5M serta memasifkan pelaksanaan vaksinasi, perlu dipastikan pelaksanaan tracing dapat berjalan dengan baik,” tutur Arief.

    Hal ini menurut Arief, dapat dilakukan dengan melibatkan RT dan RW dengan pembekalan teknis sebagai pendukungnya. Langkah ini dilanjutkan dengan kemudahan dan kecepatan proses pelaksanaan dan laporan hasil testing berdasarkan hasil tracing yang sudah dilakukan.

    “Hasil testing ini yang selanjutnya menjadi dasar pelaksanaan penanganan Covid atau treatment berbasis data,” katanya.

    Selain itu, PKS Kota Tangerang juga berharap agar RSUD Kota Tangerang setelah lebih dari satu bulan sejak 1 Juli 2021 yang hanya melayani pasien Covid, dapat kembali melayani pasien non Covid untuk memastikan warga Kota Tangerang yang membutuhkan pelayanan untuk kasus non Covid dapat tertangani dengan baik.

    “Untuk jangka menengah dan panjang, PKS Kota Tangerang akan mengawal aspirasi semakin dibutuhkannya perbaikan ketersediaan Faskes Pemerintah berupa tambahan 2 RSUD baru di wilayah Barat dan Timur Kota Tangerang,” terang Arief.

    Aspirasi ini pun diharapkan dapat segera direalisasikan melalui mekanisme pembahasan Rancangan KUA PPAS mulai dari Komisi 2 DPRD Kota Tangerang, untuk setidaknya secara bertahap dilakukan penambahan minimal 1 RSUD baru dalam waktu dekat.

    Menimbang kebutuhan yang mendesak dan keterbatasan anggaran, maka kata Arief, penambahan RSUD baru ini dapat dilakukan dengan melakukan Upgrading atau konversi Faskes yang sudah ada (Puskesmas) menjadi RSUD Tipe C.

    Dengan tambahan Faskes ini, lanjutnya, terlebih dalam kondisi pandemi saat ini, diharapkan layanan pemerintah bisa lebih baik lagi, termasuk fleksibilitas penerapan kebijakan layanan khusus Covid di satu RSUD dan layanan non Covid di RSUD yang lain.

    Penanganan pasien Covid dapat dilakukan dengan baik, tanpa mengakibatkan sulitnya pasien non Covid untuk mengakses Faskes milik pemerintah, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah yang kemungkinan terkendala untuk mengakses RS Swasta.

    Di samping itu, PKS Kota Tangerang juga mengapresiasi langkah Polres Metro Kota Tangerang yang telah melakukan razia dan penindakan terhadap pihak-pihak yang melakukan penimbunan obat-obatan, tabung oksigen, dan alkes lainnya.

    “Harapannya agar langkah ini dapat terus dilakukan secara periodik untuk memastikan tidak ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan di atas penderitaan masyarakat akibat dampak pandemi serta mengakibatkan sulitnya masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan penanganan pasien Covid,” ucapnya.

    PKS Kota Tangerang pun terus berkomitmen untuk bersama-sama pemerintah dan elemen masyarakat lain untuk bahu membahu menangani dampak pandemi. Hingga saat ini, sambung Arief, PKS Kota Tangerang telah menyalurkan bantuan lebih dari 1 Miliar rupiah kepada masyarakat terdampak pandemi, serta bantuan dalam bentuk lain berupa paket lebih dari 1200 paket sembako, 1080 kg beras, 147 liter hand sanitizer, 5000 masker, Alat Pelindung Diri (APD).

    PKS juga membentuk satgas di setiap kecamatan guna mendampingi warga yang terpapar Covid-19. Anggota PKS yang telah sembuh akan menjadi relawan pendamping pasien Covid-19 yang sedang melakukan isoman.

    “Relawan ini juga mendapatkan informasi dari satgas DPD jika ada warga yang membutuhkan donor plasma konsovalen. Para relawan dapat mendonorkan darahnya jika memenuhi persyaratan,” jelasnya.

    Dengan segenap keterbatasan yang ada, tambah Arief, PKS Kota Tangerang akan terus mengupayakan untuk meringankan beban masyarakat akibat dampak pandemi dengan program yang terstruktur baik berupa penanganan dampak Kesehatan maupun dampak ekonomi termasuk di dalamnya program pemberdayaan ekonomi masyarakat, untuk bersama-sama bangkit dari kondisi pandemi hari ini. (Ris/Hmi)