Pemkot Tangerang Lengkapi Kebutuhan Transportasi Umum Masyarakat

    Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah (dua kanan), didampingi wakilnya H Sachridun (tiga kanan), saat melaunching BRT Koridor IV beberapa waktu lalu.

    TANGERANG – Guna memenuhi kebutuhan transportasi umum masyarakat, beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali melaunching Bus Rapid Transit (BRT) Koridor IV dan angkot Si Benteng.

    Angkot Si Benteng ini melayani empat rute. Masing-masing rute 1 Gandasari-Gajah Tunggal, rute 2 Gajah Tunggal-Kampung Ledug, kemudian rute 3 Taman Cibodas-Situ Bulakan, terakhir rute 4 melayani jalur Terminal Cimone-Pasar Lama,

    Angkot Si Benteng resmi dioperasikan pada awal Januari lalu. Wakil Walkota Tangerang, H Sachrudin menjelaskan, pemkot sengaja menyediakan 80 armada angkot Si Benteng untuk menarik minat masyarakat agar mau beralih menggunakan jasa angkot. Tujuannya guna mengurangi kemacetan di Kota Tangerang.

    “Kami sengaja membuat desain angkot semenarik mungkin, agar masyarakat mau beralih menggunakan transportasi publik. Supaya bisa mengurangi kemacetan di Kota Tangerang,” ungkap Sachrudin.

     Desainnya yang menarik serta kemewahan interiornya, membuat penumpang merasa nyaman saat berada di dalam angkot ini. Jok berbalut kulit dilengkapi air conditioner (AC) dan pintu otomatis, menciptakan kenyamanan dan sensasi tersendiri bagi penumpangnya.

    Untuk memanjakan para penumpang, di dalam angkot ini juga disediakan colokan listrik. Agar selama dalam perjalanan, para pengguna jasa publik ini bisa mengecas gadget mereka.

    Wakil Walikota Tangerang H Sachrudin, saat mengendarai angkot Si Benteng beberapa waktu lalu.

    “Satu lagi kelebihannya, harga tarifnya relatif murah. Jauh-dekat cuma Rp2 ribu,” imbuhnya. Pemkot juga telah menyediakan 10 titik pemberhentian di masing-masing trayeknya. Sehingga, memudahkan para penumpang saat menunggu angkot Si Benteng.  

    “Ke depan, metode pembayaran angkot ini wajib menggunakan non tunai dan tidak bisa dengan uang cash. Nanti sopir akan memberikan struk sebagai bukti pembayaran. Ini merupakan upaya kami dalam meningkatkan layanan digital pada moda transportasi yang kami sediakan,” tutur Sachrudin.

    Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menerangkan, BRT Koridor IV melayani rute Cadas – M1 Bandara Soetta.

    Melewati perempatan Cadas, RS Hermina, Pintu Air Sepuluh, dan Aeropolis. Beberapa titik pemberhentian bus telah disediakan untuk mempermudah masyarakat saat menunggu kedatangan transportasi yang dikelola pemkot tersebut.

    “Tarifnya sama dengan BRT lainnya. Yaitu Rp2 ribu. Berlaku untuk  jarak jauh maupun dekat. Pembayaran melalui metode non tunai,” kata Wahyudi.

    Dikatakan, Pemkot Tangerang menyediakan 10 unit BRT untuk melayani trayek ini. Melalui mekanisme standard operating procedure (SOP), Dishub mengoperasikan 9 unit BRT setiap harinya. Sedangkan satu unit lainnya disediakan sebagai cadangan.

    “BRT Koridor IV memiliki fasilitas berbeda. Selain dilengkapi pendingin udara dan televisi, kursi yang digunakan dibuat dari material berbahan busa. Ditambah interior kendaraan yang ramah bagi para lansia,” terang Wahyudi.

    Ia mengimbau kepada masyarakat, agar mau beralih menggunakan moda transportasi umum yang dikelola pemkot. “Selain bertarif murah, kenyamanan dan keamanan sangat dirasakan saat menggunakan fasilitas kendaraan umum ini,” tukas Wahyudi. (ads)