Aparatur Kecamatan Batuceper Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Peningkatan Keterampilan

    Pelatihan tata rias wajah yang digelar di Keluarahan Poris Jaya beberapa waktu lalu.

    TANGERANG – Aparatur Kecamatan Batuceper mencoba mendorong peningkatan perekonomian masyasrakat lewat pemberdayaan perempuan.

    Baru-baru ini sejumlah warga Kelurahan Poris Jaya dari kalangan ibu-ibu rumah tangga, diberi pelatihan mengenai keterampilan tata rias wajah.

    Camat Batuceper, Rahmat Hendra Wijaya menerangkan, belum lama ini jajarannya bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provisni Banten, menggelar pelatihan keterampilan tata rias.

    Camat Batuceper Rahmat Hendra Wijaya.

    Sebanyak 20 warga Kelurahan Pois Jaya, mengikuti kegiatan tersebut. “Selain menambah pengetahuan mengenai cara merias wajah, diharapkan kegiatan tersebut mampu menambah wawasan warga,” ungkap Rahmat.

    Hal lain yang tentunya menjadi sasaran pelatihan tambah Rahmat, yaitu bangkitnya semangat warga untuk mengembangkan diri dan menciptakan lapangan pekerjaan di lingkungan tempat tinggalnya.

    “Dengan bertambahnya keterampilan yang dimiliki warga ditambah keinginan kuat untuk mengembangkan diri, maka akan timbul minat untuk menciptakan lapangan kerja. Diharapkan warga bisa memanfaatkan tempat yang ada, misal di rumahnya sendiri, untuk dijadikan usaha tata rias wajah atau salon kecantikan,” tutur Rahmat, Kamis (8/4).   

    Sehingga dengan pola pikir warga disertai implementasi keterampilan yang dimiliki, maka akan lahir usaha baru yang sanggup mendongkrak perekonomian masyarakat. “Semoga momentum ini menjadi inspirasi bagi warga untuk mengembangkan keterampilannya” ujar Rahmat.

    Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (sekcam) Batuceper Acep Suhardiman mengatakan, keterampilan merias wajah yang dimiliki warga setidaknya bisa diterapkan dan bermanfaaat bagi keluarga dan lingkungan.

    “Misal saat ada tetangga yang akan menggelar acara pernikahan, setidaknya ilmu itu bisa dipraktekan langsung untuk merias kedua mempelai termasuk para pagar ayu. Minimal bisa diimplementasikan untuk merias anak sendiri saat akan diwisuda,” kata Acep. (adv)