TANGERANG – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) temukan banyak kejanggalan saat sidak ke Lapas Klas I Tangerang, Rabu (23/9/2020). Komisi III DPR RI menduga adanya keterlibatan oknum dalam Lapas untuk meloloskan narapidana asal Tiongkok.
Peristiwa melarikan diri terpidana mati kasus narkoba, Cai Changpan alias Antoni dari Lapas Klas 1 Tangerang ini menjadi perhatian publik, lantaran sulit dipercaya bila seorang napi dapat menggali terowongan hingga menembus Lapas tanpa bantuan orang lain.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa. Menurutnya, kejanggalan itu terdapat di lokasi pelarian napi tersebut, karena tak berbekas. Baik di luar maupun dalam Lapas tidak terdapat tanah bekas galian.
“Tidak mungkin orang menggali tapi bekas tanahnya gak ada. Kita lihat tanahnya ga ada, tidak mungkin orang yang memecahkan keramik kalau keramik itu tidak ditemukan, itu juga tidak ditemukan,” ungkap Desmond, saat sidak ke lokasi Lapas Klas 1 Tangerang, Rabu, (23/9/2020).
“Keanehan-keanehan ini lah yang kami lakukan hari Selasa (22/9/2020). Kami melakukan kunjungan kerja ke Polda metro untuk melakukan investigasi mendalam atas kasus ini,” imbuhnya.
Diketahui, rombongan Komisi III DPR RI ini meninjau lokasi pelarian napi 54 tahun tersebut setelah mencuat di permukaan. Lokasi pertama yakni di luar lapas, tepatnya di depan sebuah rumah kontrakan di Jalan Veteran, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Kemudian lokasi kedua yaitu di dalam Lapas. Tepatnya di kamar tempat Cai Cingpan ditahan di Blok D Lapas. “Jadi keluarnya itu dari dalam kamarnya. Dari bawah kasur,” ujar Desmond.
Politisi Gerindra ini pun meminta kepada Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas kasus pelarian Cai Cangpan. Dia juga meminta semua pihak yang terlibat segera ditindak.
“Kami minta kepolisian untuk sidik tuntas ini karena tidak masuk akal semua. Jadi apa yang kita lihat tidak masuk akal. Jadi ini kesannya direkayasa. Untuk membuktikan apa yang kita temukan hari, kami minta Polda Metro Jaya, Polda Banten untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menggambarkan kondisi terowongan tempat Cai melarikan diri. Lubang terowongan tersebut berada di ruang tahanan Cai, tepatnya di bawah tempat tidur. Lubang tersebut memiliki diameter sekira 1,5 meter dengan kedalaman 3 meter. Kemudian panjangnya sekira 28 meter.
“Jadi untuk menggali 3 meter ke bawah berapa banyak tanah? oksigen tidak ada, habis itu lurus 28 meter itu tidak ada buangan tanah. Tidak masuk akal,” tukasnya.
“Jadi ini gimana, kayak manusia cacing sebenarnya. Kalau cacing ada kotorannya, karena saya anak petani, jadi semuanya aneh bin ajaib,” pungkasnya.
Sementara Kepala Lapas Klas 1 Tangerang, Jumadi berkilah saat dikonfirmasi terkait hal tersebut. Ia mengaku telah melaporkan kejadian kaburnya Cai pada Senin, (14/9/2020) lalu. Namun tak berbanding dengan pengakuan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota yang mengatakan kalau laporan tersebut didapati pada Jumat, (18/9/2020).
“Langsung dilaporin kok (Senin) udah ya,” kilahnya.
Jumadi beralasan kaburnya Cai karena Lapas Klas 1 Tangerang minim petugas atau sipir. Kata Jumadi, kalau sebenarnya kapasitas Lapas tersebut hanya untuk 600 napi. Sehingga Cai Changpan lepas dari pantauan.
“Sekarang ada 2340 napi dan 80 persen adalah narkoba jadi 89 persen itu narkoba sisanya adalah pidana umum teroris dan sebagainya,” terang Jumadi.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Andika Dwi Prasetya mengaku saat ini kasus tersebut tengah didalami. Dari hasil penyelidikan, kata dia, ada 5 orang yang dianggap bertanggung jawab soal pelarian Cai.
“Sementara kita anggap bertanggung jawab kita tarik ke Kanwil itu ada 5 orang. Kita gali terus supaya misteri ini bisa kita ketahui dan terungkap. Dan kita meminta kepolisian yang ahli,” katanya.
Diketahui, Cai sudah berupaya melarikan diri sebanyak 2 kali. Aksi pertama dilakukan Cai saat berada di rutan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri di Cawang, Jakarta Timur atau sebelum dijatuhi hukuman mati.
Cai juga diketahui bersama 7 rekannya kabur dari rutan pada 24 Januari 2017 dengan melubangi tembok kamar mandi menggunakan batang besi sepanjang 30 sentimeter. (Hmi)


















