TANGERANG – Pengendara mobil yang kabur setelah terlibat kecelakaan dengan sepeda motor pada Kamis (4/2/2021) dini hari, lantaran takut dihakimi massa. Hal itu diungkapkan Kanit Laka Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Badruzzaman, Sabtu (6/2/2021).
Saat diperiksa, kata Badruz, pengendara mobil bernama Uda Safrizal mengaku disuruh warga untuk kabur lantaran massa sudah mulai berdatangan.
“Alibi dia katanya ada oknum masyarakat yang bilang udah sana pergi, nanti kamu malah digebukin dikeroyok massa,” terang Badruz.
Saat ini pihaknya masih mengumpulkan data di tempat kejadian perkara (TKP) lantaran pengendara motor meninggal dunia dan rekannya yang dibonceng sudah dibawa pulang kampung.
“Kita udah BAP (berita acara pemeriksaan) pengemudinya, dan sementara kita masih lidik (penyelidikan). Kalau kita menentukan tersangkanya yang diduga lalai siapa masih perlu alat bukti dan keterangan saksi-saksi TKP waktu itu,” katanya.
Setelah kejadian, pihaknya pun melakukan olah TKP dan mendapatkan informasi ada masyarakat yang catat nomor polisinya.
“Berawal dari situ kita cek ke samsat ada identitas kita ketemukan tapi orangnya kerja. Mobil kita amankan ke kantor terus keluarganya janji pulang kerja besok diantar ke Polres,” jelas Badruz.
Diberitakan sebelumnya terjadi kecelakaan antara sepeda motor dan sebuah mobil yang baru keluar dari SPBU di Jalan Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (4/2/2021) dini hari.
Pengendara motor atas nama Ribut Mahardani meninggal dunia setelah ditolak oleh tiga RS swasta di Kota Tangerang, sedangkan rekannya Cecep Hermansah mengalami patah tulang kaki. (Hmi)


















