Remaja 18 Tahun Terjaring Operasi Prostitusi di Hotel Tangerang

    FOTO: Salah seorang PSK yang terjaring operasi oleh Satpol PP Kota Tangerang

    TANGERANG – Seorang gadis remaja diduga pekerja seks komersial (PSK) diamankan Satpol PP Kota Tangerang. Dara berusia 18 tahun ini kepergok saat sedang melayani pria hidung belang di salah satu hotel wilayah Kecamatan Tangerang.

    Saat digelandang petugas, remaja 18 tahun ini mengaku terpaksa menjajakan dirinya via aplikasi lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. Terlebih, pasca dinyatakan lulus dari salah satu SMU swasta di wilayah Kota Tangerang pada tahun ini, dirinya mengaku sulit mendapat pekerjaan.

    “Saya gimana mau cari kerja, ijazah aja belum ada kan baru lulus tahun ini pak, tolong pak jangan telpon ibu saya, dia bakalan marah kalau tau saya kerja kayak gini,” kata Caca (nama samaran).

    Sementara dalam operasi tersebut Satpol PP Kota Tangerang pun turut mengamankan sejumlah remaja yang juga diduga seorang PSK. Novi (bukan nama sebenarnya) turut diamankan petugas yang beroperasi. Namun Novi nampak santai saat sedang diamankan petugas.

    “Gak apa apa, Mamah saya udah tau kerjaan saya kok pak. Telpon aja,” kata Novi.

    Novi yang diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang ini berusia 17 tahun. Novi juga mengaku terpaksa menjajakan diri lantaran menjadi tulang punggung keluarga pasca orangtuanya bercerai.

    “Mamah udah cerai, saya menggantikan posisi bapa buat nutup kebutuhan sehari-hari kayak makan, bayar listrik ama yang lain,” katanya.

    Ia mengaku hasil yang didapat dari menjajakan diri itu hampir seluruhnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

    “Cuma ambil buat jajan sama makan aja, sisanya dikirim semua,” ucapnya.

    Terpisah, Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang Iwan mengatakan, operasi yang digelar pihaknya ini dalam rangka penegakan perda tentang larangan prostitusi di Kota Tangerang.

    “Sore hari ini kami amankan dua orang pelaku open BO yang diduga menyewa kamar untuk digunakan sebagai sarana prostitusi,” terangnya.

    “Kami akan melakukan pembinaan dengan mengirim mereka ke dinas sosial,” imbuhnya. (Hmi)