Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Kampung Sejahtera Mandiri

    KSM Teras Pancasila di Kecamatan Karang Tengah.

    TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial, berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya lewat Kampung Sejahtera Mandiri (KSM). Melalui kegiatan ini, diharapkan warga dapat secara mandiri memajukan lingkungan dan taraf perekonomiannya.  

    Namun untuk dapat mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat. Sehingga keberadaan KSM dapat benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri.

    Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi menerangkan, saat ini di Kota Tangerang telah terdapat 13 KSM.  Diantaranya Kampung Demplot Athurium, Kampung Markisa dan Kampung Grenpul. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Karawaci.

    Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi.

    Kemudian Kampung Anggur Sari di Kecamatan Neglasari, Kampung Anggur di Kecamatan Cibodas, Kampung Mangga Gebar di Kecamatan Periuk dan Kampung Krokot di Kecamatan Jatiuwung.

    Disusul Kampung Atur Tata Modifikasi (ATM) dan Kampung Mangga di Kecamatan Cipondoh, Kampung Darling di Ciledug, Kampung Teras Pancasila di Karang Tengah, Kampung Jimpitan di Batuceper dan Kampung Lampion di Kecamatan Benda.

    “Kampung-kampung tersebut sebelumnya merupakan kampung tematik yang ada di Kota Tangerang. Karena kepedulian dan peran aktif masyarakat yang begitu tinggi dalam menata dan memajukan lingkungan, maka ketiga belas kampung tersebut sekarang dikukuhkan menjadi Kampung Sejahteran Mandiri,” kata Suli.

    Ia menambahkan, secara mandiri kampung-kampung itu telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Hal tersebut bisa diwujudkan, karena di kampung itu menjadi daya tarik untuk dikunjungi.

    “Sehingga mendorong Usaha Kecil Menegah (UKM) untuk memasarkan hasil produksi mereka. Mulai dari kerajinan tangan, olahan makanan dan minuman, dan sebagainya. Jadi secara langsung dapat meningkatkan taraf perekonomian warga disana,” ungkap pejabat eselon II yang pernah menjabat sebagai Camat Karawaci ini.

    Sementara itu pegiat lingkungan sekaligus motivator KSM, Bambang Irianto mengatakan, KSM merupakan pengembangan dari Kampung Tematik yang sebelumnya sudah ada. Namun di dalam suatu KSM, tingkat kepedulain dan peran aktif masyarakat sudah sangat tinggi.

    Dalam membangun suatu KSM kata Bambang, dibutuhkan kebersamaan dan gotong royong diantara warga. Juga koordinasi antar dinas teknis terkait.

    Gotong-royong warga di KSM Grenpul, Kecamatan Karawaci.

    “Kami membongkar mainset warga di Kampung Tematik, supaya mau membangun kampungnya agar menjadi layak huni, layak dikunjungi. Sehingga mampu menarik minat warga untuk berinvestasi,” tutur Bambang.

    Ia menjelaskan, pemerintah juga berupaya meningkatkan Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan kemampuan warga yang ada di KSM. Sehingga mampu berkompetensi dengan masyarakat lainnya.  

    “KSM merupakan miniatur dari visi dan misi Walikota Tangerang, bapak Arief R Wismansyah, yang menginginkan terwujudnya masyarakat yang berdaya saing tinggi. Selain tentu saja terciptanya lingkungan yang layak huni, layak dikunjungi, serta layak investasi. Itu semua bisa diwujudkan melalui kebersamaan, gotong-royong dan swadaya masyarakat,” papar Bambang.  

    KSM selanjutnya mulai dipacu untuk memikirkan warganya. Seperti apa kekurangan di kampung itu. Termasuk berbenah diri dengan memperbaiki kekurangan. Pelatihan apa yang dibutuhkan warga, juga kaitan pemasaran produk yang dihasilkan masyarakat setempat.

    “Termasuk memperhatikan kemungkinan masalah kriminal di lingkungan, masalah pendidikan dan kesehatan warga. Hingga solusi warga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tempat ia bekerja,” jelasnya.

    Dalam membangun suatu KSM kata Bambang, tentunya terdapat bidang yang tidak mampu ditangani oleh masyarakat setempat. Khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur. Seperti perbaikian atau pembangunan jalan, saluran air, atau gedung lain seperti posyandu dan sebagainya.

    Dalam hal ini Dinsos Kota Tangerang sebagai konektor, menjadi penjembatan terkait kebutuhan infrastruktur yang diperlukan oleh masyarakat di KSM tersebut.

    Kampung ATM di Kecamatan Cipondoh.

    “Kalau sebatas menjaga kebersihan, membersihkan saluran air, atau hal lain yang masih bisa dilakukan secara swadaya dan gotong-royong, dipastikan warga dapat melakukannya. Namun bila dihadapkan pada perbaikan atau pembangunan infrastruktur, tentunya dibutuhkan campur tangan pemerintah melalui dinas terkait,” urai Bambang.

    Jadi dalam membangun KSM, dibutuhkan kerja sama yang baik antar dinas terkait, sehingga memunculkan semangat masyarakat untuk membangun lingkungannya.

    “Karena dalam membangun suatu kampung secara berkelanjutan, tidak mungkin warga selalu patungan. Jadi selain ada bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah. Hingga diharapkan kampung itu selalu produktif dan menghasilkan,” katanya.  

    Upaya yang bisa dilakukan warga diantaranya dengan menanam tanaman pangan melalui Program Ketahanan Pangan. Menciptakan kampung wisata karena ditunjang lingkungannya yang bagus dan tertata rapi.

    Dengan banyaknya kunjungan wisatawan, maka akan bermunculan pula pelaku dan pedagang kerajinan tangan, penjual makanan, minuman dan sebagainya.

    “Nah, masyarakat setempat bisa berjualan langsung di lokasi KSM. Sehingga diharapkan mampu mendongkrak taraf perekonomian warga yang berimbas pada meningkatnya kesejahteraan warga,” imbuhnya.  

    Menurut Bambang, kalau warga disuatu kampung sudah produktif ditambah infrastrukturnya yang memadai, maka akan dengan mudah mewujudkan tujuan awal, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

    “Ditahun ini, setidaknya akan kembali ditetapkan 13 KSM. Kami sedang berkoordinasi dengan aparatur wilayah di 13 kecamatan, untuk menentukan lokus yang tepat. Semoga keberadaan KSM bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tukas Bambang. (adv)