Dinilai Tak Sesuai Standar Provinsi, Jembatan Bogeg Bakal Diganti

    FOTO: Kondisi jembatan bogeg saat ini (dok.hms)

    SERANG – Dinilai tidak sesuai dengan standar provinsi, jembatan Bogeg di Jl Syeh Nawawi Al-Bantani yang berdiri di atas tol Tangerang – Merak Km.68 akan segera diperbaharui. Hal itu dilakukan untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah merencanakan penggantian jembatan Bogeg dan pembangunan simpang tidak sebidang di perlintasan kereta api Bogeg Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

    Kata Gubernur, kondisi jembatan Bogeg saat ini hanya memiliki ukuran selebar 4 meter. Artinya, sudah tidak sesuai dengan standar jembatan provinsi. Terjadi bottle neck (penyempitan jalur lalu lintas,-red). Rencana pembangunan jembatan Bogeg yang melintas di atas ruas jalan tol Tangerang-Merak ini guna mengoptimalkan sarana infrastruktur di Provinsi Banten.

    “Tujuannya, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ucap Gubernur.

    Gubernur yang akrab disapa WH ini juga menyampaikan tentang pembangunan jembatan yang akan dikerjakan secara bertahap. Pihaknya pun saat ini masih menyusun MoU dan berkoordinasi untuk mengurus perijinan lebih lanjut, serta mengajukan perubahan anggaran untuk pondasi bawahnya terlebih dahulu.

    “Semoga diberi kelancaran,” harapnya.

    Selain itu kata WH, rencana pembangunan ini juga merupakan bagian dari rencana pengembangan infrastruktur di Kota Serang, khususnya untuk mendukung kawasan strategis di Puspemprov Banten (KP3B).

    Jembatan Bogeg yang menjadi bagian dari ruas jalan Pakupatan-Palima jalan Syech Nawawi alBantani ini sesuai Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 620/Kep.420-Huk/2016 ruas jalan tersebut masuk ke dalam wilayah kewenangan jalan Provinsi.

    Jalan Syech Nawawi al-Bantani direncanakan bakal memiliki lebar 25 m sampai dengan 40 m. Menggunakan konfigurasi 8/2 D, yakni delapan lajur untuk dua arah dengan lajur cepat dan lambat. Kondisi saat ini, untuk ruas Palima-Boru sudah terbangun penuh dengan lebar 40 m. Sedangkan ruas Pakupatan-Bogeg pada 2019 baru selesai di tahap pembebasan lahan.

    Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten menargetkan perizinan pembangunan fly over (jembatan) Bogeg dan simpang susun tidak sebidang perlintasan kereta api Bogeg Kelurahan Banjarsari Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, selesai sebelum APDB Perubahan 2020 disahkan. Saat ini DPUPR Provinsi Banten telah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut. (Ris/Hmi)